Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly diminta membuat terobosan ihwal kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas). Desakan kepada Yasonna untuk mundur dari jabatannya tak serta merta menyelesaikan masalah.
"Mundur itu baik, tapi apa jadi solusi kalau persoalan substantifnya tidak diatasi?" kata komunikolog Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Misteri Tragedi Lapas Tangerang,' Minggu, 12 September 2021.
Emrus menilai permintaan maaf Yasonna atas kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang sebagai bentuk empati dan tanggung jawab. Yasonna secara tidak langsung mengakui ada kekurangan dan manajemen lapas yang kurang baik.
"Tapi jauh lebih baik misalnya Menkumham bikin program dan gagasan terobosan baru," ujar dia.
Emrus menyebut kondisi penjara di Indonesia sama dari tahun ke tahun. Kondisi itu bisa menjadi momentum memperbaiki lapas.
Menurut dia, Yasonna harus meningkatkan koordinasi dengan DPR. Koordinasi itu untuk menyusun anggaran dan melahirkan kebijakan untuk mencegah kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang terulang.
"Solusinya adalah perbaiki lapas. Tidak boleh lapas begini lagi kondisinya," papar Emrus.
Baca: Komisi III Bakal Evaluasi Kinerja Menkumham
Emrus juga menyoroti kasus klasik di lapas, yaitu over capacity. Dia menilai tak semua pelaku kejahatan harus dijebloskan ke penjara agar tidak penuh.
"Katakanlah mereka melakukan pertanian sehingga jadi produktif tapi dengan pengawasan ketat," tutur dia.
Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (
Menkumham) Yasonna Laoly diminta membuat terobosan ihwal kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas). Desakan kepada Yasonna untuk mundur dari jabatannya tak serta merta menyelesaikan masalah.
"Mundur itu baik, tapi apa jadi solusi kalau persoalan substantifnya tidak diatasi?" kata komunikolog Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing dalam diskusi virtual
Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Misteri Tragedi Lapas Tangerang,' Minggu, 12 September 2021.
Emrus menilai permintaan maaf Yasonna atas
kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (
Lapas) Klas I Tangerang sebagai bentuk empati dan tanggung jawab. Yasonna secara tidak langsung mengakui ada kekurangan dan manajemen lapas yang kurang baik.
"Tapi jauh lebih baik misalnya Menkumham bikin program dan gagasan terobosan baru," ujar dia.
Emrus menyebut kondisi penjara di Indonesia sama dari tahun ke tahun. Kondisi itu bisa menjadi momentum memperbaiki lapas.
Menurut dia, Yasonna harus meningkatkan koordinasi dengan DPR. Koordinasi itu untuk menyusun anggaran dan melahirkan kebijakan untuk mencegah kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang terulang.
"Solusinya adalah perbaiki lapas. Tidak boleh lapas begini lagi kondisinya," papar Emrus.
Baca:
Komisi III Bakal Evaluasi Kinerja Menkumham
Emrus juga menyoroti kasus klasik di lapas, yaitu
over capacity. Dia menilai tak semua pelaku kejahatan harus dijebloskan ke penjara agar tidak penuh.
"Katakanlah mereka melakukan pertanian sehingga jadi produktif tapi dengan pengawasan ketat," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)