Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Antara/Hafidz Mubarak A
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Antara/Hafidz Mubarak A

Terawan Diminta Klarifikasi Soal Serapan Anggaran Kemenkes

Nasional Virus Korona kemenkes
Theofilus Ifan Sucipto • 30 Juni 2020 20:07
Jakarta: Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diminta mengklarifikasi informasi soal rendahnya penyerapan anggaran Kemenkes. Penyerapan anggaran Kemenkes dinilai tidak serendah yang disebut Presiden Joko Widodo.
 
“Klarifikasi ini sangat penting mengingat Presiden Jokowi memberikan teguran langsung kepada Kemenkes pada saat membuka sidang kabinet paripurna,” kata anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Menurut Saleh, pernyataan Jokowi berbeda dengan yang dipaparkan Terawan kepada Komisi IX. Saleh membenarkan penyerapan anggaran di Kemenkes belum maksimal, tapi bukan 1,53 persen seperti yang disampaikan Jokowi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saleh menjelaskan anggaran Kemenkes awalnya sebesar Rp57,3 triliun. Namun setelah penyesuaian dan tambahan anggaran untuk peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), anggarannya menjadi Rp 76,5 triliun.
 
“Dalam paparan yang disampaikan kepada kami, serapan anggaran Kemenkes per 18 Juni 2020 sudah mencapai 47,49 persen,” ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
 
Selain itu, kata Saleh, Kemenkes mendapat anggaran untuk menangani pandemi virus korona (covid-19) sebesar Rp75 triliun. Namun, Kementerian Keuangan baru menyetujui Rp25,7 triliun.
 
“Dengan demikian alokasi akhir anggaran Kemenkes adalah Rp102,2 triliun,” tutur dia.
 
Baca: Kinerja Kemenkes Lagi-lagi Disentil Jokowi
 
Saleh menambahkan dari alokasi Rp25,7 triliun, yang terealisasi baru Rp345 miliar. Sisa anggarannya masih dalam proses revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
 
“Kalau masih proses revisi DIPA, lalu apakah kesalahannya ada pada Kemenkes?” ucap Saleh.
 
Dia mendorong Terawan menjelaskan hal tersebut kepada Jokowi dan publik agar tidak simpang siur. Apalagi, angka penyebaran covid-19 masih tinggi sehingga membutuhkan pencairan anggaran secepatnya.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif