Sekjen PPP Arsul Sani (kedua kiri). (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
Sekjen PPP Arsul Sani (kedua kiri). (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)

Romahurmuziy Diberhentikan Sementara dari PPP

Nasional OTT KPK OTT Romahurmuziy
Siti Yona Hukmana, Muhammad Syahrul Ramadhan • 16 Maret 2019 14:14
Jakarta: Ketua Umum PPP Romahurmuziy diberhentikan sementara dari kepengerusan partai. Hal ini selaras dengan Pasal 11 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) PPP. Pengganti Romi akan diputuskan setelah rapat harian majelis.
 
"Implementasi Pasal 11 itu melalui mekanisme organisasi berupa rapat pengurus harian. (Pengambil keputusan) ada majelis pertimbangan partai, majelis pakar, dan majelis syariah," ujar Sekjen PPP Arsul Sani, di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019
 
Arsul mengatakan dalam rapat pengurus harian sesuai Pasal 13 AD/ART setidaknya dua agenda besar akan dibahas. Pertama pemberhentian permanen atau sementara Romi dan kedua penunjukkan pelaksana tugas (plt) menggantikan Romi sebagai pentolan partai atau langsung mencari pengganti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah salah satu (pengurus) akan naik atau sampai kapan ada pelaksana tugas, nanti ditetapkan rapat pengurus harian," kata dia.
 
Baca juga:PPP Meminta Maaf
 
Nantinya, tambah Arsul, keputusan akhir akan dibawa ke Musyawarah Kerja Nasional (Munas) khusus. Munas akan diikuti oleh pimpinan dewan wilayah seluruh Indonesia.
 
"Keputusannya apakah nanti dilanjutkan ke Muktamar luar biasa, tergantung hasil munas," pungkasnya.
 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Romi sebagai tersangka kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Penetapan ini dilakukan setelah penyidik KPK memeriksa Romi 1x24 jam.
 
Sebelumnya, ia terkena operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur pada Jumat, 15 Maret 2019 pagi. Penyidik KPK langsung menggiring ke Gedung KPK, Jakarta. Ia tiba di Gedung Merah Putih itu pada Jumat, 15 Maret 2019 pukul 20.10 WIB.
 
Baca juga:Tidak Kebal Hukum Meski Dekat dengan Pemerintah
 
Romi diduga berperan dalam jual beli jabatan di Kemenag pusat dan daerah. Dari OTT, KPK menyita uang ratusan juta rupiah. Uang itu diduga bagian dari suap atau fee atas cawe-cawe rotasi jabatan tersebut.
 
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan total uang yang diamankan saat penangkapan senilai Rp156.758.000. Uang itu diamankan tim KPK dari pihak-pihak yang diamankan dari beberapa lokasi.
 
Atas perbuatannya, Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif