Politikus PDIP Adian Napitupulu. (Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo)
Politikus PDIP Adian Napitupulu. (Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo)

Tidak Kebal Hukum Meski Dekat dengan Pemerintah

Nasional OTT KPK OTT Romahurmuziy
Kautsar Widya Prabowo • 16 Maret 2019 11:13
Bogor: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memastikan setiap orang yang dekat dengan pemerintah termasuk yang mendukung Joko Widodo tidak kebal hukum. Hal ini dibuktikan dengan tertangkapnya Ketua Umum PPP Romahurmuziy terkait kasus dugaan korupsi.
 
"Karena kita dekat dengan Jokowi lalu kita bebas untuk korupsi. Tidak. Dekat dengan Jokowi kita tidak bisa semena-mena. Tidak bisa," ujar politikus PDIP Adian Napitupulu di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 16 Maret 2019.
 
Adian mengatakanJokowi tegas dalam penegakan hukum. Apalagi menyengkut korupsi. Kendati Romahurmuziy merupakan bagian dari pendukung pemerintah, apabila terbukti melanggar hukum tetap akan ditindak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Romi paham karakteristik Jokowi maupun Ma'ruf Amin yang tidak menoleransi kejahatan. Jokowi tak akan membela atau melindungi seorang kriminal.
 
"Kejahatan adalah kejahatan, ketidak benarkan adalah ketidak benaran. Dia tidak menjadi benar walapun duduk berdampingan dengan Pak Jokowi," imbuhnya.
 
Baca juga:Nasib Romahurmuziy di Tangan KPK
 
Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap KPK bersama empat orang lainnya yang terdiri dari sejumlah unsur, salah satunya pejabat Kemenag. Kelimanya diduga kuat tengah melakukan praktik kotor terkait juat beli di Kemenag.
 
Dalam kasus ini, Romi diduga melakukan cawe-cawe untuk urusan jabatan di Kemenag Daerah di termasuk di Kemenag pusat. Selain menangkap kelimanya, tim KPK juga mengamankan sejumlah uang dengan pecahan seratus ribu rupiah.
 
Uang itu diduga bagian suap atau fee atas pengaturan jabatan tersebut. Saat ini, mereka yang ditangkap sudah berada di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK.
 
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari Romi dan keempat orang tersebut. Detail ihwal kasus ini akan diumumkan pimpinan KPK dalam konferensi pers.

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi