Presiden Joko Widodo dalam sambutannya terkait Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020. Foto: Sekretariat Kepresidenan
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya terkait Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020. Foto: Sekretariat Kepresidenan

Hindari Tragedi Kemanusiaan, Jokowi Harus Menelepon Macron

Nasional prancis Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron
Anggi Tondi Martaon • 07 November 2020 22:38
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai perlu berbicara langsung dengan Presiden Prancis Emanuel Macron. Kepala Negara diminta membujuk Macron untuk minta maaf.
 
"Bapak Presiden angkat telpon untuk berbicara hati ke hati dan menyampaikan Presiden Macron ini penting sekali pernyataan minta maaf," kata pengamat hukum internasional Hikmahanto Juwana dalam program Newsmaker Medcom.id, Sabtu, 7 November 2020.
 
Menurut dia, Macron harus mengakui kesalahannya dalam merespons pembunuhan guru imbas menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW. Jika tidak, tragedi kemanusiaan dikhawatirkan bakal terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hikmahanto menilai pernyataan Macron yang menilai Islam tengah mengalami krisis membuat amarah umat muslim tersulut. Hal ini dapat mengancam keselamatan warga Prancis di negara lain, khususnya negara berpenduduk muslim.
 
Untuk itu, Jokowi dinilai perlu mengingatkan Macron. Dia menilai kedua kepala negara itu terlihat memiliki kedekatan pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada 2017. Bahkan, kedekatan kedua kepala negara itu ditunjukkan dengan membuat video blog (vlog) bersama.
 
Baca: Tiga Remaja Didakwa dalam Kasus Pemenggalan Guru Prancis
 
"Jadi dari situ sudah ada trust di antara keduanya. Itu menjadi modal dan kenapa saya mengusulkan itu," ungkap dia.
 
Hikmahanto pun meminta agar Kementerian Luar negeri (Kemenlu) kedua negara tersebut segera merealisasikan usulan tersebut. Dengan begitu, usulan tersebut bisa segera terwujud untuk menyelesaikan permasalahan ini. 
 
"Tapi kalau menggunakan approach yang sangat keras kok saya merasa akan membuat Macron tambah keras lagi," ujar dia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif