Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (tengah)/Istimewa
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (tengah)/Istimewa

Mendes Minta Warga Desa Jaga Adat dan Berinovasi

Arga sumantri • 30 Oktober 2021 22:16
Jakarta: Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta warga desa menjaga adat namun tetap berinovasi. Hal tersebut disampaikan ke seluruh warga desa, salah satunya, warga Tengger di Ranupani Lumajang.
 
"Saya berharap betul adat istiadat yang luar biasa tetap dijaga hingga anak cucu kita nanti," ujar Halim melalui keterangan tertulis, Minggu, Sabtu, 30 Oktober 2021.
 
Halim mengatakan seluruh desa memiliki potensi luar biasa dari sisi kultural maupun potensi alam, tak terkecuali Desa Ranupani. Desa yang terletak di ketinggian 2.100 Mdpl ini memiliki pesona alam luar biasa lantaran punya tiga danau indah dengan pemandangan berlatar gunung Semeru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 4 Jurus Kemendes PDTT Tangani Kemiskinan Ekstrem di Desa
 
"Kombinasi kekayaan kultur dan alam ini bisa menjadi modal luar biasa bagi Desa Ranupani untuk terus berkembang di masa depan," ujarnya.
 
Halim mengatakan perkembangan Ranupani amat terasa dalam beberapa tahun terakhir. Berawal dari sebuah dusun yang kemudian berdiri menjadi desa, kini Ranupani berkembang menjadi Desa Wisata sekaligus penghasil komoditas pertanian yang melimpah. 
 
"Tentu ini menjadi potensi yang harus terus dimanfaatkan, belum lagi di sini ada ada spot-spot alam yang bisa menjadi destinasi wisata yang menarik," katanya. 
 
Ia meminta masyarakat adat Desa Ranupani terus melakukan inovasi dan adaptif terhadap berbagai tren yang saat ini berkembang. Potensi Desa Ranupani dinilai akan sia-sia jika warganya tidak inovatif untuk memanfaatkannya. 
 
"Tapi saya melihat saat ini ada sepeda gunung, ada alat pendakian, tenda, gamelan, rumah adat tolong dijaga betul supaya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," ungkapnya.
 
Halim mengingatkan agar pembangunan Desa Ranupani mengedepankan budaya gotong royong dan tidak boleh mengedepankan ego pribadi atau kelompok. Desa Ranupani harus dibangun bersama masyarakat dengan pemerintah.
 
"Mencintai Ranupani tanpa harus memiliki. Kita mencintai desa-desa di Indonesia tapi kita memberikan ruang yang cukup untuk berkembang sesuai dengan kearifan lokal," ujarnya. 
 
Sementara itu, Ketua Adat Suku Tengger Bambang Sutejo mengungkapkan Ranupani dihuni warga dengan latar keyakinan berbeda. Meskipun demikian masyarakatnya sangat kental dengan adat Suku Tengger. 
 
"Di sini masyarakatnya Suku Tengger, agamanya macam-macam. Ada Islam, Hindu, Kristen. Tapi masyarakatnya rukun damai karena semua untuk kebersamaan, hasil bumi untuk kita semua," kata Bambang.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif