KPU. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
KPU. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla

Masih Merajalela, KPU Ingatkan Bahaya Politik Uang Bagi Demokrasi

Antara • 05 Oktober 2021 17:58
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan semua pihak soal bahaya politik uang terhadap Indonesia. Politik uang dianggap mencederai demokrasi.
 
"Menurut sebuah riset, jumlah pemilih yang terlibat politik uang dalam Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 di kisaran 19,4 persen hingga 33,1 persen ini cukup lumayan besar, sangat tinggi kalau dikaitkan dengan standar internasional," kata Ketua KPU RI Ilham Saputra dalam diskusi di Jakarta, Selasa, 5 Oktober 2021.
 
Menurut dia, kondisi ini menempatkan Indonesia menjadi salah satu negara terbesar terkait politik uang. Guna mencegah politik uang, KPU memberikan pendidikan pemilih lewat program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan.
 
"KPU juga berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana rusaknya atau negatifnya politik uang dalam tahapan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan," kata Ilham Saputra.
 
Baca: Usulan Jadwal Pemilu Perlu Disimulasikan Maksimal dengan KPU

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menegaskan transaksi politik uang dalam pemilihan akan mengakibatkan pemimpin yang terpilih berperilaku koruptif. Kondisi ini dapat merusak bangsa dan negara.
 
Ilham mengatakan sudah banyak bukti nyata pemimpin terpilih dengan politik uang terlibat korupsi. Mereka perlu mengembalikan modal dalam politik uang dengan mencuri uang rakyat.
 
Dia mengharapkan semua pihak dapat berperan menekan kemunculan politik uang. Aksi kotor ini tak boleh mendapatkan tempat di Tanah Air. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif