Tokoh Nasional Surya Paloh (kiri) dan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Zainul Majdi. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.
Tokoh Nasional Surya Paloh (kiri) dan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Zainul Majdi. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.

TGB Tegaskan Komitmen Nahdlatul Wathan Merawat NKRI

Nasional kebangsaan nkri
Faisal Abdalla • 15 Desember 2018 12:42
Pancor: Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Zainul Majdi meminta para santri berperan dalam merawat dan membela kepentingan negara. Zainul mengatakan kecintaan terhadap agama dan bangsa harus jadi komitmen warga Nahdlatul Wathan.
 
"Saya berpesan kepada kalian agar ikut merawat dan mencintai negara ini," kata Zainul di Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu, 15 Desember 2018.
 
Mantan gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengatakan mencintai negara bukan berarti menyamaratakan negara dengan agama. Sebaliknya, menurut pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu, negara adalah wadah bagi umat beragama.
 
"Air semurni apapun akan tumpah hanya menjadi kotoran kalau wadahnya itu rusak. Maka kita harus jaga sama-sama wadah dan air yang jernih yang namanya agama itu agar dapat kita minum sama-sama," tuturnya.

Baca: Surya Paloh Beri Kuliah Kebangsaan di Ponpes Nahdlatul Wathan

Pada kesempatan itu, TGB juga menegaskan komitmen warga Nahdlatul Wathan (NW) dalam merawat dan membela NKRI. Dia mengatakan membela agama dan negara merupakan ajaran dari pendiri Nahdlatul Wathan, Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
 
Lebih lanjut, TGB mengatakan Kiai Zainuddin yang juga merupakan pahlawan nasional itu selalu mengajarkan perjuangan keagamaan dan perjuangan negara ibarat dua sisi dari satu mata uang. Menurutnya, umat islam memiliki kewajiban untuk menjaga dan merawat NKRI.
 
"Anak-anaku, bagi kami wasiat renungan masa adalah intisari perjuangan panjang beliau, salah satu baitnya adalah cinta teguh pada agama dan cinta kokoh pada negara. Tapi bukan berarti kami menyamaratakan agama dan negara, tidak. Tetapi negara adalah wadah kita beragama."
 
"Kita Islam di Indonesia, berarti kita harus menghadirkan kemaslahatan bagi Republik ini. Tidak boleh melemahkan Indonesia apalagi memecah belah," tegasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi