Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. Dok. Kementerian Kesehatan
Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. Dok. Kementerian Kesehatan

Kemenkes: Hanya 5 Daerah Capai Target Testing 90%

Nasional Virus Korona kemenkes pandemi covid-19 Penularan covid-19 PSBM ppkm PPKM Darurat
Antara • 22 Juli 2021 03:01
Jakarta: Target testing atau penelusuran kasus covid-19 sebesar 90 persen yang ditetapkan pemerintah tidak dapat dicapai seluruh daerah. Hanya ada lima daerah yang berhasil mencapai target itu.
 
"Capaian testing tiga hari terakhir hanya lima kabupaten/kota yang mencapai target di atas 90 persen, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Sumenep," kata juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan pers di kanal YouTube FMB9, Rabu, 21 Juli 2021.
 
Nadia mengatakan jumlah testing dalam skala nasional mengalami peningkatan. Namun, angka capaian terhadap target testing dan tracing di daerah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 masih rendah dalam tiga hari terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nadia, angka positivity rate terlihat masih di atas 5 persen. Bahkan, laju kasus positif terlihat meningkat di beberapa daerah.
 
"Hal ini menunjukkan ada penularan luas di masyarakat dan perlunya penambahan testing untuk segera mengidentifikasi kasus yang sakit dengan populasi yang sehat, sehingga bisa memutus penularan covid-19," ujar dia.
 
Baca: Wapres: Jatim Perlu Lakukan Upaya Tambahan Agar PPKM Lebih Baik
 
Nadia mengatakan testing perlu ditingkatkan, terutama saat akhir pekan dan hari libur, di kabupaten/kota PPKM level 4 Pulau Jawa-Bali. Sementara itu, testing terhadap suspek dan kontak erat juga perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan penelusuran kasus serta menurunkan positivity rate.
 
"Untuk dapat segera menurunkan laju penularan selain mengurangi mobilitas perlu diidentifikasi kontak erat dengan cepat," kata dia.
 
Nadia menyampaikan harus ada upaya peningkatan pemeriksaan kontak erat karena rasionya dengan jumlah penduduk masih rendah, yaitu kurang dari 5 kontak erat per pekan. Target yang diharapkan pemerintah adalah lebih dari 9 kontak erat per pekan.
 
“Diharapkan pemerintah daerah meningkatkan kapasitas tracing dengan melibatkan kader, mahasiswa, bidan desa, atau babinsa dan Babinkamtibmas, yang mana Kementerian Kesehatan telah mendukung operasionalnya melalui bantuan biaya operasional kesehatan Puskesmas,” ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif