Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizali dalam Crosscheck by Medcom.id. Medcom.id/Theo
Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizali dalam Crosscheck by Medcom.id. Medcom.id/Theo

Lawatan Jokowi ke Rusia-Ukraina Memengaruhi Perekonomian Indonesia

Theofilus Ifan Sucipto • 26 Juni 2022 12:56
Jakarta: Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia dan Ukraina dinilai tidak hanya untuk menyukseskan Presidensi G20. Kepala Negara ingin menjaga perekonomian Indonesia.
 
“Terjadi ketidakseimbangan harga dan komoditas yang ujung-ujungnya berdampak pada turunnya pertumbuhan ekonomi negara-negara, seperti Indonesia,” kata anggota Komisi I Bobby Adhityo Rizali dalam Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Misi Berani Jokowi: Damaikan Rusia-Ukraina,’ Minggu, 26 Juni 2022.
 
Bobby mengatakan konflik Rusia dan Ukraina mulai memengaruhi sektor energi dunia. Amerika Serikat (AS) saat ini mengambil kesempatan memasok minyak kepada negara yang sebelumnya mengimpor dari Rusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita juga kena godaan karena batu bara sebagai energi primer, Jerman mau beli batu bara dengan harga fantastis,” papar dia.
 
Bobby menyebut hal itu membuat pengusaha berlomba-lomba mengekspor batu bara. Sehingga kebutuhan di dalam negeri kurang dan berpotensi membuat kebutuhan listrik kurang mencukupi.
 
“Akhirnya kita subsidi energi untuk masyarakat karena banyak yang lebih suka ekspor,” ujar politikus Partai Golkar itu.
 
Baca: Jokowi Diminta Ajak Seluruh Negara Tinggalkan Konsep Pakta Pertahanan

Menurut Bobby, fenomena tersebut bisa membuat Indonesia terperosok lebih dalam. Sehingga lawatan Jokowi ke Rusia dan Ukraina bukan sekadar menjaga hubungan bilateral.
 
“Tapi juga utamanya menormalisasi disparitas harga di luar harga normal,” tutur dia.
 
Presiden Joko Widodo direncanakan mengunjungi Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia, pada akhir Juni 2022. Lawatan Kepala Negara membawa misi kemanusiaan.
 
"Kunjungan ke kedua negara ini merupakan kunjungan yang dilakukan dalam situasi yang masih tidak normal. Situasi saat ini masih sangat kompleks," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu, 22 Juni 2022.
 
Namun, kata dia, Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi dalam meredakan krisis. Presiden Jokowi akan menjadi pemimpin Asia pertama yang melakukan kunjungan ke kedua negara tersebut di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif