Mantan Ketua BPK Hadi Poernomo usai meraih gelar Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo. Medcom.id/Desi Angriani.
Mantan Ketua BPK Hadi Poernomo usai meraih gelar Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo. Medcom.id/Desi Angriani.

Hadi Purnomo Raih Gelar Bintang Mahaputera Utama

Nasional presiden jokowi Gelar Kehormatan
Desi Angriani • 15 Agustus 2019 18:12
Jakarta: Mantan Ketua BPK Hadi Poernomo meraih gelar Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo. Gelar tersebut juga diterima mantan Ketua BPK periode 2014-2017 Harry Azhar.
 
Hadi pernah tersandung kasus dugaan korupsi dalam permohonan keberatan pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA). Sementara Harry tersangkut kasus Panama Papers.
 
Seusai menerima tanda kehormatan, Hadi mengaku tak menyangka menjadi bagian dari empat tokoh yang memperoleh Bintang Mahaputera Utama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anugerah ini perjuangan kita, kan enggak tahu siapa yang menilai," kata Hadi di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Hadi menilai gelar itu membuktikan dirinya tak bersalah dalam kasus hukum masa lampau. Ia mampu memenangkan praperadilan terkait kasus itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2014.
 
Ia pun pernah menggugat Kementerian Keuangan terkait laporan hasil audit investigasi yang menjadi dasar KPK menyelidiki kasus pajak BCA. Laporan itu dibatalkan lantaran diduga palsu oleh pihak kepolisian.
 
Baca: Kementerian Investasi Wajib Pangkas Birokrasi
 
"Kami sebetulnya sudah selesai kami bisa membatalkan tersangkanya melalui PK di peradilan. Kedua perhitungan kerugian negara yang dibuat Kementerian Keuangan kami laporkan juga dan ternyata dibatalkan. Perhitungan kerugian negaranya sudah dibatalkan juga," ungkapnya.
 
Sementara itu, Harry Azhar Azis tetap dinyatakan melanggar kode etik terkait kepemilikan perusahaan di luar negeri seperti terungkap dalam dokumen Panama Papers. Harry dijatuhi sanksi berupa teguran tertulis.
 
Dalam dokumen Panama Papers, Sheng Yue International Limited diduga sebagai perusahaan milik Harry yang didirikan di yurisdiksi bebas pajak. Perusahaan itu diduga bertujuan menghindari pembayaran pajak kepada negara.
 
Adapun dua tokoh lain yang menerima Bintang Mahaputera Utama yakni Ketua MA 2009-2012 Harifin Andi Tumpa dan Ketua BPK 2017-sekarang Moermahadi Soerja Djanegara.
 
Sisanya menerima anugerah untuk kategori Bintang Mahaputera Nararya sebanyak empat orang, Bintang Jasa Utama kepada 15 orang, dan Bintang Jasa Pratama untuk dua orang.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif