Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate dalam acara Anugerah Media Humas (AMH) 2022 di Keraton Grand Ballroom Hotel Marriot Yogyakarta. Dok. Kominfo
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate dalam acara Anugerah Media Humas (AMH) 2022 di Keraton Grand Ballroom Hotel Marriot Yogyakarta. Dok. Kominfo

Menkominfo: Humas Jadi Jembatan Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat

Achmad Zulfikar Fazli • 25 November 2022 23:35
Jakarta: Peran humas pemerintah atau government public relations (GPR) dinilai sangat krusial dalam menyediakan informasi yang akurat dan faktual kepada masyarakat. Sebab, GPR memiliki peran sentral dalam diseminasi informasi
 
Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate dalam acara Anugerah Media Humas (AMH) 2022 di Keraton Grand Ballroom Hotel Marriot Yogyakarta, pada Kamis, 24 November 2022. Johnny mengatakan GPR memiliki peran utama, yaitu sebagai jembatan komunikasi program kerja pemerintah kepada masyarakat.
 
“Apakah jembatan ini kuat, tahan atau canggih, ada di pundak kita sekalian. Ada di pikiran, kecerdasan, dan hati kita sekalian,” ujar Johnny, dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai penampung aspirasi publik dan pembentuk image pemerintah, urgensi GPR menjadi lebih besar untuk dapat menyediakan informasi yang akurat dan meluruskan misinformasi di masyarakat. Sementara itu, sebagai saluran komunikasi publik pemerintah, GPR juga harus mampu mengedukasi dan mengerahkan masyarakat untuk memilih sumber informasi yang kredibel sebagai acuan. 
 
“Peran GPR menjadi lebih krusial karena bertanggung jawab untuk mentranslasikan kebijakan dan informasi pemerintah supaya dapat tersampaikan ke masyarakat dengan efektif dan efisien. Oleh karenanya, kehumasan yang berpusat kepada pengalaman manusia atau humanisme menjadi penting untuk selalu dikedepankan,” jelas Johnny.
 

Baca: Ditjen IKP Kominfo: Humas di Era Digital Harus Proaktif


Johnny mengungkapkan ke depan tantangan kehumasan akan makin beragam, bahkan tak terprediksikan. Saat ini, Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti disrupsi teknologi digital, pandemi covid-19, hingga konflik geopolitik geostrategis yang sangat dinamis.
 
“Sebentar lagi kita juga akan memasuki tahun politik, maka bertambah lagi tantangan yang harus dihadapi oleh teman-teman GPR sekalian. Tentu tidak mudah namun, tidak berarti tidak dapat kita kita atasi dan kita lakukan degan baik,” kata dia.
 
Johnny juga mengapresiasi kinerja humas pemerintah yang berhasil mengomunikasikan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia beberapa waktu lalu. Indonesia mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak nasional maupun internasional dan global dalam menggelar KTT G20.
 
Dia menyampaikan KTT G20 di Indonesia merupakan salah satu yang terberat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya akibat ketegangan geopolitik. Namun, Indonesia dapat melaluinya dengan menghasilkan G20 Bali Leaders Declaration yang berisi 52 paragraf terkait dengan inisiatif konkret, termasuk sikap terhadap perang di Ukraina.
 
“Keberhasilan-keberhasilan tersebut berkat kerja sama segenap komponen bangsa. Termasuk rekan-rekan humas pemerintah yang telah ikut serta dalam mewartakan setiap persidangan, working group, engagement group hingga acara puncak KTT G20 beberapa waktu yang lalu,” ujar Johnny.
 
Johnny berharap seluruh humas pemerintah senantiasa meningkatkan kapabilitas dan pemanfaatan teknologi, serta media baru guna menjawab tantangan kehumasan di era digital demi mewujudkan Indonesia digital.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif