Ilustrasi DPR. Medcom.id
Ilustrasi DPR. Medcom.id

Peningkatan Kasus Covid-19 Disebut Bukan Patokan PSBB Gagal

Nasional Virus Korona PSBB
Anggi Tondi Martaon • 23 Mei 2020 18:36
Jakarta: Kasus positif virus korona di Indonesia masih tinggi. Pemerintah melaporkan penambahan kasus positif sebanyak 949 orang pada Sabtu, 23 Mei 2020.
 
"Sekalipun jumlahnya meningkat bukan berarti ini kegagalan (pembatasan sosial berskala besar)," kata anggota Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR Arteria Dahlan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2020.
 
Anggota Komisi III itu menilai peningkatan kasus positif terjadi karena berbagai faktor. Dia menyebut di antaranya ketersediaan alat tes dan meningkatnya kesadaran masyarakat mengikuti uji kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jumlahnya besar karena peningkatan melakukan orang ngetes kesadaran dirinya untuk rapid test," tutur dia.
 
Politikus PDI Perjuangan itu tak mempermasalahkan kasus positif mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa hari belakangan. Sebab, Indonesia dianggap mampu menangani penderita virus korona.
 
(Baca: Ma’ruf: Pelonggaran PSBB Baru Wacana)
 
"Yang bermasalah saat tidak bisa disembuhkan. Sekarang inikan yang terpapar tapi penyembuhan jalan terus, angka kematian bisa diturunkan," ujar dia.
 
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menilai penerapan PSBB di sejumlah wilayah tak seluruhnya efektif. Sebab, beberapa daerah kembali mengajukan penerapan PSBB.
 
"Minimal dengan PSBB yang diajukan dua kali, bahkan mau ketiga kali, pemaparan juga berkurang," kata Dasco.
 
Kasus positif korona di Tanah Air mencapai 21.745 orang hingga Sabtu, 23 Mei 2020. Sementara pasien sembuh menjadi 5.249 orang dan meninggal 1.351 orang.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif