Jakarta: Rumah Sakit milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan siap menangani pasien terinfeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau virus korona. Penanganan akan diimbangi dengan pencegahan menyeluruh.
"Dengan dilakukan kesiapsiagaan di 64 RS BUMN yang ada, diharapkan tidak terjadi penyebaran di Indonesia," kata Direktur Utama Pertamedika IHC, Fathema Djan Rachmat, dalam acara 'Sosialisasi Kesiapsiagaan Rumah Sakit BUMN Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV)' di Gedung Graha Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Februari 2020.
WNI dari Tiongkok diseprotkan cairan saat tiba di Batam, Kepri. Foto: ANT/DOK Kemenlu
Fathema mengungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir meminta RS BUMN bertindak cepat menangani virus korona. Salah satunya pembentukan tim gerak cepat identifikasi dan pencegahan penyebaran Novel Coronavirus di seluruh RS BUMN.
Sebanyak 50 Rumah Sakit BUMN ikut serta dalam kegiatan itu melalui teleconference. Kegiatan untuk menyosialisasikan standar serta cara mengidentifikasi sumber infeksi virus korona.
"Tugas kami menyampaikan ini bukan hanya untuk meningkatkan knowledge para tenaga kesehatan di rumah sakit. Namun juga untuk masyarakat luas tentang apa yang harus kita dilakukan untuk menjaga kesehatan," ujar Fathema.
Wabah virus korona menjadi momok di kalangan masyarakat. Hal ini diperparah berita hoaks mengenai penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok itu.
"Masalah tersebut perlu disikapi dan dilakukan tindakan pencegahan penyebarannya di Indonesia oleh seluruh pihak, tanpa terkecuali oleh RS BUMN," ujar Fathema.
Acara juga dihadiri Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Windra Woworuntu, Kepala Kementerian Kelautan dan Kelautan (KKP) I Soekarno Hatta Anas Ma’ruf dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSCM/Pelni Robert Sinto.
Jakarta: Rumah Sakit milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan siap menangani pasien terinfeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau virus korona. Penanganan akan diimbangi
dengan pencegahan menyeluruh.
"Dengan dilakukan kesiapsiagaan di 64 RS BUMN yang ada, diharapkan tidak terjadi penyebaran di Indonesia," kata Direktur Utama Pertamedika IHC, Fathema Djan Rachmat, dalam acara 'Sosialisasi Kesiapsiagaan Rumah Sakit BUMN Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV)' di Gedung Graha Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Februari 2020.
WNI dari Tiongkok diseprotkan cairan saat tiba di Batam, Kepri. Foto: ANT/DOK Kemenlu
Fathema mengungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir meminta RS BUMN bertindak cepat menangani virus korona. Salah satunya pembentukan tim gerak cepat identifikasi dan pencegahan penyebaran Novel Coronavirus di seluruh RS BUMN.
Sebanyak 50 Rumah Sakit BUMN ikut serta dalam kegiatan itu melalui
teleconference. Kegiatan untuk menyosialisasikan standar serta cara mengidentifikasi sumber infeksi virus korona.
"Tugas kami menyampaikan ini bukan hanya untuk meningkatkan
knowledge para tenaga kesehatan di rumah sakit. Namun juga untuk masyarakat luas tentang apa yang harus kita dilakukan untuk menjaga kesehatan," ujar Fathema.
Wabah virus korona menjadi momok di kalangan masyarakat. Hal ini diperparah berita hoaks mengenai penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok itu.
"Masalah tersebut perlu disikapi dan dilakukan tindakan pencegahan penyebarannya di Indonesia oleh seluruh pihak, tanpa terkecuali oleh RS BUMN," ujar Fathema.
Acara juga dihadiri Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Windra Woworuntu, Kepala Kementerian Kelautan dan Kelautan (KKP) I Soekarno Hatta Anas Ma’ruf dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSCM/Pelni Robert Sinto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)