Gedung MPR/DPR/DPD. Foto: MI/Susanto
Gedung MPR/DPR/DPD. Foto: MI/Susanto

Ide Presiden Dipilih MPR Dianggap Lumrah

Nasional Amendemen UUD 45
Candra Yuri Nuralam • 30 November 2019 11:16
Jakarta: Rencana presiden dipilih MPR dinilai wajar. Pasalnya, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 juga terus disempurnakan.
 
"Sudah ada empat kali perubahan termasuk kedudukan presiden dan MPR," kata pakar hukum tata negara Juanda di Hotel Ibis Thamrin, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 November 2019.
 
Menurut dia, dalam hakikatnya, amendemen undang-undang dibutuhkan seiring perubahan zaman. Transformasi konstitusi dimungkinkan mengingat dunia politik amat dinamis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, dia meminta rencana itu harus dipikirkan dengan matang. Kebijakan konstitusi yang dibentuk harus terbebas dari kepentingan segelintir orang.
 
"Jangan sampai kita berpikir zig-zag. Jangan sampai 10 tahun lagi ada kepentingan politiklah dan diubah lagi," ujar Juanda.
 
Dia menyarankan para petinggi negara mendengarkan suara rakyat. Pasalnya, jika pemilihan presiden diserahkan kepada MPR, masyarakat yang merasakan perubahan tersebut.
 
"Kalau ingin dilakukan referendum saja kepada rakyat, apa rakyat setuju? Kalau rakyat setuju ya lakukan saja," tutur dia.
 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sempat mengusulkan presiden dan wakil presiden kembali dipilih MPR. Rekomendasi PBNU kepada MPR itu berdasarkan hasil musyawarah alim ulama di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, pada 2012.
 
"Intinya, PBNU merasa pemilihan presiden dan wapres (wakil presiden) lebih bermanfaat, bukan lebih baik, lebih tinggi kemaslahatannya, lebih baik dikembalikan ke MPR ketimbang (dipilih rakyat) langsung," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo usai bertemu Ketua PBNU Said Aqil Siroj, Rabu, 27 November 2019.
 
Sementara itu, Istana Kepresidenan menegaskan presiden tetap harus dipilih langsung rakyat. Presiden Joko Widodo tak mau sistem pemilihan presiden dikembalikan kepada MPR.
 
"Beliau (Jokowi) tegas mengatakan, 'Saya lahir dari pemilihan presiden secara langsung. Karena itu, saya akan tetap mendukung pemilihan presiden secara langsung, tidak melalui MPR'," kata juru bicara Presiden Fadjroel Rachman.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif