Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Satgas BLBI Diminta Gercep Tagih Dana Rp110,4 Triliun

Theofilus Ifan Sucipto • 30 September 2022 10:45
Jakarta: Anggota Komisi XI Heri Gunawan mendesak Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) bekerja lebih gesit. Sebab, kerugian negara yang tertagih baru Rp27,8 triliun dari total Rp110,4 triliun atau sekitar 25 persen.
 
“Waktu tinggal 15 bulan, namun kerugian negara masih 75 persen atau Rp82,6 triliun yang belum tertagih,” kata Heri dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 September 2022.
 
Heri mengatakan penagihan itu krusial dilakukan. Apalagi, masa tugas Satgas BLBI berakhir pada 31 Desember 2022 sesuai Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satgas BLBI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Heri memerinci aset eks BLBI yang diburu satgas meliputi aset kredit Rp101,8 triliun, aset properti Rp8,06 triliun, aset inventaris Rp8,47 miliar, dan aset surat berharga Rp489,4 miliar. Kemudian aset saham Rp77,9 miliar, dan aset nostro (valuta asing) Rp5,2 miliar.
 
“Yang sudah tertagih sebesar Rp27,8 triliun berbentuk tunai sebesar Rp885 miliar dan sisanya merupakan non-tunai berupa barang jaminan, aset properti, dan lainnya,” ujar politikus Partai Gerindra itu.
 

Baca juga: Pansus Terus Kebut Penyelesaian Kasus BLBI


 
Heri berharap lelang aset eks BLBI berjalan optimal. Sehingga penerimaannya sesuai dengan jumlah yang ditargetkan.
 
“Jangan sampai terulang kembali menjual aset eks BLBI dengan harga yang sangat murah,” tegas dia.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif