Ilustrasi DPR. Medcom.id
Ilustrasi DPR. Medcom.id

Pajak Sembako Dinilai Tak Berkontribusi pada Pemasukan Negara

Nasional Sekolah sembako presiden joko widodo PPN
Anggi Tondi Martaon • 12 Juni 2021 16:18
Jakarta: Wacana pajak terhadap sembilan bahan pokok (sembako) sebesar 1 persen untuk menambah pendapatan negara dinilai sia-sia. Wacana tersebut bakal dibahas dalam revisi Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).
 
"Saya diskusi juga dengan pakar ekonomi, ini kalau sembako misalnya 1 persen saja, itu enggak signifikan katanya (menambah pendapatan negara)," kata anggota Komisi XI Anis Byarwati dalam diskusi virtual, Sabtu, 12 Juni 2021.
 
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut kontribusi pajak dari sembako tergolong kecil ketimbang potensi pajak sektor lain. Wacana pejak sembako justru membebani masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terutama, kelompok berpenghasilan menengah ke bawah. "Dampaknya itu luar biasa menghantam daya beli masyarakat," tutur dia.
 
(Baca: Sembako Kena Pajak, Kemenkeu: Tak Semua Dikonsumsi Orang Miskin)
 
Anis memastikan pihaknya bakal memelototi ketentuan tersebut dalam pembahasan revisi UU KUP. Dia mengungkapkan sejumlah anggota komisi yang membidangi keuangan itu keberatan dengan wacana tersebut.
 
"Sebanyak empat anggota sudah bersuara. Intinya sama, bahwa ini kebijakan yang tidak tepat baik di masa pandemi atau tidak pandemi," sebut dia.
 
Anis menyebut revisi UU KUP belum dibahas di DPR. Pemerintah belum mengirimkan surat presiden (supres) dan draf revisi UU KUP ke lembaga perwakilan rakyat untuk dibahas.
 
"Tentu saja posisi kita di DPR mencermati nanti seperti apa usulan pemerintah ini," ujar dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif