Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Foto: Medcom.id/Gervin N Purba
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Foto: Medcom.id/Gervin N Purba

Mayoritas Fraksi Disebut Menolak Presiden Dipilih MPR

Nasional Amendemen UUD 45
Arga sumantri • 29 November 2019 17:08
Jakarta: Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai usulan pemilihan presiden dikembalikan ke MPR bakal mentah. Mayoritas fraksi memilih kepala negara ditentukan langsung rakyat.
 
"Enam atau tujuh fraksi sikapnya begitu (menolak presiden dipilih MPR)," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 29 November 2019.
 
Hidayat menuturkan mayoritas fraksi ingin amendemen UUD 1945 terbatas. Partai ogah wacana amendemen melebar hingga pemilihan presiden oleh MPR atau penambahan masa jabatan presiden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahkan PDI Perjuangan juga salah satu yang tidak setuju bila masa jabatan diperpanjang dan pemilihan oleh MPR," beber dia.
 
Ia menegaskan usulan pemilihan presiden tak langsung bukan usulan partai politik MPR. Wacana itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj ketika bersilaturahmi dengan MPR.
 
"Tapi wacana itu sendiri oleh PBNU tidak dimaksudkan untuk mendikte, memaksakan kehendak. Mereka sepenuhnya menyerahkan kepada MPR buat membahas," kata dia.
 
Hidayat tak mempermasalahkan apabila Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ingin mengawal usulan PBNU itu. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mafhum PKB dan NU punya relasi yang dalam.
 
"Tapi apakah partai-partai lain akan mendukung? Kalau sampai hari ini kita lihat petanya sebagian besar posisinya adalah tidak mengubah pasal terkait masa jabatan presiden dan pemilihan presiden," ucap Hidayat.
 
PBNUmerekomendasikan pemilihan presiden dan wakil presiden kembali dipilih MPR. Hal itu disampaikan Ketua MPR Bambang Soesatyo usai bertemu Ketua PBNU Said Aqil Siraj di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.
 
Rekomendasi PBNU itu disebut berdasarkan hasil Musyawarah Alim Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat 2012.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif