Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Organisasi Profesi Kedokteran Disebut Harus Tunggal

Nasional ormas dokter dan kesehatan IDI
Atalya Puspa • 30 April 2022 09:48
Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) disebut harus menjadi satu-satunya organisasi profesi kedokteran yang ada di Indonesia. Ketua Umum Majelis Pengembangan Pelayanan Kedokteran (MPPK) Ika Prasetya Wijaya mengatakan hal itu termuat dalam Undang-undang (UU) tentang Praktik Kedokteran.
 
"Hal ini dipertegas juga dengan hasil putusan Mahkamah Konstitusi tahun 2017 yang menyatakan bahwa IDI merupakan satu-satunya organisasi profesi kedokteran di Indonesia," kata Ika dalam keterangan resmi, Sabtu, 30 April 2022.
 
Menurut dia, organisasi profesi kedokteran termasuk cukup vital karena menyangkut kesehatan raga dan keselamatan nyawa. Hasil sidang juga memutuskan bahwa seorang dokter bukan hanya teruji secara akademik tapi juga teruji dalam penerapan ilmu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk memperoleh sertifikat kompetensi, seorang dokter harus memiliki sertifikat profesi atau ijazah terlebih dulu," ujar dia.
 
Selanjutnya, sertifikat kompetensi menunjukkan pengakuan akan kemampuan dan kesiapan seorang dokter untuk melakukan tindakan medis dalam praktik mandiri yang akan dijalani. Sertifikat hanya diberikan pada mereka yang telah menjalani berbagai tahapan untuk menjadi dokter yang profesional.
 
Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi menjelaskan perbedaan organisasi profesi dengan organisasi masyarakat. Menurut UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), ormas dibentuk masyarakat secara sukarela berdasar kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, dan tujuannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara.
 
Baca: Pembentukan PDSI Tak Ada Kaitannya dengan Pemecatan Terawan
 
Sementara, organisasi profesi memiliki ciri tunggal untuk satu jenis profesi, kegiatannya dibatasi profesionalisme dan etika. Lalu, untuk mengambil keputusan dalam berorganisasi harus ada forum rapat bersama.
 
”Untuk organisasi profesi kedokteran, sesuai dengan World Medical Association (WMA), harus bisa merumuskan standar etika, merumuskan kompetensi, dan memperjuangkan kebebasan pengabdian profesi. Muara dari semua ini juga dirasakan oleh masyarakat,” kata Adib.
 
Adib menegaskan untuk memberikan perlindungan kepada pasien, meningkatkan mutu layanan, dan memberikan kepastian hukum pada masyarakat, maka organisasi kedokteran harus tunggal. Standar layanan, etik, kompetensi, dan mutu layanan harus muncul dari satu organisasi profesi. Pasalnya, jika ada lebih dari satu, maka akan terjadi kebingungan standar yang diberikan.
 
”Bila organisasi kedokteran lebih dari satu akan berpotensi membuat standar, persyaratan, sertifikasi keahlian, dan kode etik berbeda dan membingungkan tenaga profesi kedokteran maupun masyarakat yang merupakan pengguna jasa," jelas Adib.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif