KPK Diminta Tak Gentar Tuntaskan Kasus Century
Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta tak gentar menuntaskan kasus megakorupsi Bank Century. KPK diminta tak mundur mengungkap kasus ini meski melibatkan nama besar.
 
"Maju terus pantang mundur," kata Ketua DPR Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu, 21 November 2018.
 
Bamsoet yang juga salah satu inisiator pansus hak angket Bank Century enggan berkomentar banyak terkait nama-nama yang diperiksa. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk menuntaskan kasus yang baru menghasilkan satu terdakwa, Budi Mulya.
 
Terkait sikap KPK yang kembali membuka penyidikan baru, hal itu dianggap sesuai hasil rekomendasi pansus DPR.
 
"Kami serahkan sepenuhnya kepada KPK untuk menuntaskan itu. Karena rekomendasi dari DPR atas hak angket Century itu bunyinya (mengusut tuntas)," kata dia.
 
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengaku pihaknya tengah mencari pihak lain yang terlibat dalam kasus korupsi Bank Century. Makanya, hari ini, penyidik memeriksa mantan Wakil Presiden ke-11 Boediono dan Komisaris Utama Bank Mandiri Hartadi Agus Sarwono.
 
"KPK perlu mencari siapa yang lain yang bertanggung jawab. Kami duga tidak mungkin kebijakan tersebut, tidak mungkin dalam kasus Bank Century itu hanya dilakukan oleh satu orang saja," ujar Febri di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 15 November 2018.

Baca: KPK Masih Telaah Berkas Korupsi Bank Century

Febri menyebut Boediono dan Hartadi hanya bagian dari 23 pihak yang telah diperiksa dalam penyelidikan kasus ini. Penyelidikan kasus ini berdasar dari putusan Pengadilan Tindak Pidanaidana Korupsi (Tipikor) terhadap Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya.
 
Dengan demikian, lanjut Febri, penyidik berhati-hati sebelum menetapkan tersangka baru. Sebab, kasus yang merugikan negara triliun rupiah itu masih dalam tahap penyelidikan.
 
"Publik sudah mengetahui juga bahwa ada putusan di Pengadilan Tipikor yang berkekuatan hukum tetap untuk terdakwa Budi Mulya pada saat itu," kata Febri.


Kasus Century dibuka kembali oleh KPK setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mendesaknya. Desakan dipicu pengajuan praperadilan dari MAKI pada Maret 2018.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id