KPK Masih Telaah Berkas Korupsi Bank Century

Juven Martua Sitompul 09 Oktober 2018 18:56 WIB
kasus centurySBY dan Century
KPK Masih Telaah Berkas Korupsi Bank Century
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto MI Susanto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berhenti mengusut kasus korupsi Bank Century. Tim masih menelaah informasi dan berkas putusan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya.
 
"Saat ini masih penelahaan berkas dan penelusuran informasi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.
 
Febri tak menjelaskan sejauh mana pengusutan kasus Bank Century. Dia hanya memastikan pengusutan kasus ini masih terus berjalan dan segera dituntaskan.
 
Budi Mulya dihukum majelis hakim Mahkamah Agung 15 tahun penjara. Sementara dalam dakwaan Jaksa KPK di tingkat pertama Budi Mulya selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa didakwa memperkaya diri sebesar Rp1 miliar dari pemberian FPJP Bank Century dan atas penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
 
Budi Mulya juga didakwa memperkaya pemegang saham Bank Century, Hesham Talaat Mohamed Besheer Alwarraq, dan Rafat Ali Rizvi, sebesar Rp3,115 miliar. Perbuatan Budi Mulya dinilai telah memperkaya PT Bank Centurysebesar Rp1,581 miliar dan Komisaris PT Bank Century Robert Tantular sebesar Rp2,753 miliar.
 
Dia juga diduga menyalahgunakan wewenang secara bersama-sama dengan pejabat Bank Indonesia. ‎Dalam dugaan korupsi pemberian FPJP Century, Budi Mulya didakwa bersama-sama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S Goeltom selaku Deputi Senior BI, Siti Fadjriah selaku Deputi Gubernur Bidang VI, Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bidang VII, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim.

Baca: KPK tak Berhenti Usut Nama Besar di Kasus Century

Tak hanya itu, Budi Mulya juga didakwa bersama-sama dengan Boediono, Miranda, Siti, Budi Rochadi, Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang V, Hartadi A Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang III, Ardhayadi M selaku Deputi Gubernur Bidang VIII, dan Raden Pardede selaku Sekretaris KSSK.
 
Namun pada proses perjalanan kasusnya, KPK hanya menjebloskan Budi Mulya ke bui. KPK belum juga menjerat pihak lain padahal nama-nama besar yang diduga terlibat pada kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik itu kerap disebut dalam persidangan.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id