Anggota Komisi III Arsul Sani. MI/Rommy Pujianto
Anggota Komisi III Arsul Sani. MI/Rommy Pujianto

Komnas Diminta Mencari Alternatif Penanganan HAM Berat Masa Lalu

Anggi Tondi Martaon • 06 April 2021 13:24
Jakarta: Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) diminta mencari pendekatan lain menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi sebelum periode 1990-an. Pendekatan yudisial dinilai tidak efektif.
 
"Kenapa tidak ada proses yang lain tanpa harus melalui proses yudisial," kata anggota Komisi III Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 6 April 2021.
 
Ada beberapa kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi pada masa lalu. Di antaranya penembakan misterius atau Petrus pada periode 1980, dan tragedi Talangsari pada 1989.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai ketidakefektifan pendekatan yudisial terkait dengan tersangka. Sebab, kejadian itu sudah berlangsung lama.
 
"Itu yang mau diadili siapa. Kalau pun katakanlah teridentifikasi (tersangka), jangan-jangan orangnya sudah menjadi (nama) jalan semua Pak di kampungnya masing-masing," ungkap dia.
 
Pengungkapan kasus juga bergantung dengan instansi lain. Di antaranya, Kejaksaan Agung (Kejagung). 
 
"Ini belum memenuhi petunjuk Kejagung sehingga belum bisa ditingkatkan. Ini kan harus ada terobosan," ujar dia.
 
Baca: TNI Diingatkan Wajib Melindungi HAM
 
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyarankan Komnas HAM menerapkan pendekatan non yudisial. Sehingga, negara bisa menyelesaikan tanggung jawab terhadap korban.
 
"Yang penting ada penyelesaian," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif