Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Foto:Dok.MPR)
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Foto:Dok.MPR)

Sesjen MPR Apresiasi Wali Kota Bandung yang Terjemahkan Pancasila dengan Cara Kekinian

Nasional berita mpr
Pelangi Karismakristi • 30 Mei 2016 15:05
medcom.id, Bandung: Sekretaris Jenderal (Sesjen) MPR Ma'ruf Cahyono mengapresiasi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menerjemahkan Pancasila dengan cara kekinian.
 
"Pak Wali Kota sudah bagus, bisa menerjemahkan Pancasila dengan cara kekinian yang relevan dengan kondisi masyarakat, khususnya di Bandung saat ini. Inilah yang kita harapkan," ujar Sesjen Ma'ruf Cahyono, usai membuka acara dalam Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat di Ruang Tangkuban Perahu Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/5/2016).
 
Dia mengharapkan cara yang dilakukan oleh Ridwan Kamil akan ditiru oleh banyak daerah di Indonesia. Asalkan, penerapan itu tidak menyimpang dari sistem ketatanegaraan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah, bisa juga penerapan itu menyesuaikan beragam tuntutan masyarakat," kata Ma'ruf.
 
Sementara itu, Ridwan Kamil yang biasa disapa Kang Emil menjelaskan bahwa dirinya punya cara tersendiri untuk mengajak masyarakat Bandung menerapkan Pancasila.
 
Misal, pada sila 1. Wali Kota yang dikenal supel ini mengadakan program untuk menguatkan kesolehan masyarakat dan belajar budaya Sunda.
 
"Kami ada Magrib Mengaji untuk anak-anak. Jadi, saat magrib itu tidak ada anak-anak yang masih bermain di luar. Itu penerapan sila 1," ucap Kang Emil kepada awak media.
 
Tak hanya itu saja, ada penerapan Pancasila sila ke-1 yang relevan dengan sila-5, yakni bayar zakat. Menurut Kang Emil, membayar zakat bisa membantu memberantas kemiskinan. Ridwan mengatakan,, ada aplikasi yang bisa menghitung berapa zakat yang harus dibayarkan dan ada laporan dana zakat itu digunakan untuk apa.
 
"Selain itu untuk keadilan sosial kami buka kredit rakyat tanpa agunan. Kini membuka usaha dengan modal di bawah Rp50 juta pun, perizinannya tidak sulit. Saya izinkan itu," kata Kang Emil.
 
Cara menerjemahkan sila ke-3 dan 4 Pancasila, Kang Emil membentuk sejumlah lembaga masyarakat yang bisa menjadi saluran bagi warga untuk menyampaikan aspirasi.
 
"Jadi, tidak melulu formal. Masyarakat membutuhkan itu. Ada dewan budaya, lingkungan, dan lainnya. Saya harap terobosan ini bisa ditiru banyak daerah di Indonesia. Sebab, kini Pancasila perlu penerapan yang relevan dengan kebutuhan masa kini," ucap Kang Emil.
 
Pria yang telah dua setengah tahun memimpin Kota Bandung ini mengajak masyarakat untuk menceritakan Pancasila di mata dunia, seperti yang Bung Karno lakukan pada saat berpidato di Amerika Serikat.
 
Presiden pertama RI itu menjelaskan bahwa ideologi ini menggunakan bahasa Inggris, yakni Believe in God, Humanity, Nationalizm, Democrazy, and Social Justice.
 
"Pada saat itu, dunia memberikan tepuk tangan. Kita setidaknya bisa ikut bercerita seperti itu kepada bangsa asing," ucap Ridwan.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif