Mantan Diplomat Indonesia Ple Priatna. Medcom.id/Theo
Mantan Diplomat Indonesia Ple Priatna. Medcom.id/Theo

Lawatan Jokowi Dinilai Belum Didukung Instrumen Memadai

Theofilus Ifan Sucipto • 26 Juni 2022 15:18
Jakarta: Mantan Diplomat Indonesia Ple Priatna mengatakan kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di forum G7, Rusia, dan Ukraina harus didukung maksimal. Supaya pertemuan itu menghasilkan solusi konkret.
 
“Tapi niat baik Pak Jokowi belum didukung sebuah instrumen yang mendekatkan pada proses kita menjadi penengah,” kata Ple dalam Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Misi Berani Jokowi: Damaikan Rusia-Ukraina', Minggu, 26 Juni 2022.
 
Ple mengatakan seyogianya Kementerian Luar Negeri lebih dulu mengirim pelobi andal dan senior. Mereka diutus untuk bertemu negosiator dengan Rusia dan Ukraina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Harus ada persiapan awal yang cukup kuat untuk mendukung momen Jokowi dengan pemerintah negara lain,” papar dia.
 
Menurut Ple, diplomasi Indonesia lebih apik bila Jokowi hadir sebagai sosok pamungkas. Jangan sampai pertemuan penting itu diawali dengan kehadiran Kepala Negara, namun ditindaklanjuti oleh menteri bahkan instansi lain.
 
“Hal-hal seperti ini yang perlu dilengkapi, misalnya dengan menunjuk utusan spesial untuk berbicara dengan negosiator itu,” tutur dia.
 
Baca: Lawatan Jokowi ke Rusia-Ukraina Memengaruhi Perekonomian Indonesia
 
Selain itu, Ple menyebut Indonesia bisa meminta perwakilan Rusia dan Ukraina hadir di G7. Sehingga peran Indonesia sebagai penengah kedua negara lebih tegas.
 
“Tapi kalau ini kan formatnya G7 masih bicara soal keamanan dan pangan. Belum tahapan menjadi penengah atau mediasi,” ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif