Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. MI/Rommy Pujianto
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. MI/Rommy Pujianto

DPR Minta Komisi Teknis Segera Kaji Legalisasi Ganja Medis

Anggi Tondi Martaon • 28 Juni 2022 12:52
Jakarta: Sejumlah masyarakat menyampaikan aspirasi penggunaan ganja untuk medis. DPR meminta komisi teknis segera merespons aspirasi tersebut dengan melakukan kajian.
 
"Kami akan meminta kepada komisi terkait juga untuk koordinasi kepada pemerintah untuk kemudian memperhatikan aspirasi dri masyarakat," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menyampaikan tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan ganja medis cukup besar. Apalagi, sejumlah negara sudah memakai ganja untuk pengobatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aspirasi itu semakin menguat setelah seorang ibu menyampaikan aspirasinya saat car free day di Jakarta. Ibu tersebut sangat membutuhkan ganja medis untuk pengobatan anaknya.
 
Namun, penggunaan ganja untuk medis tak bisa serta merta dilakukan. Sebab, regulasi di Indonesia belum mengakomodasi hal tersebut.
 
"Di Indonesia, UU masih belum memungkinkan untuk itu," ungkap dia.
 
Diperlukan kajian untuk melihat penggunaan ganja medis. Kajian harus dilakukan dengan instansi/lembaga terkait, terutama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
 
Kajian harus dilakukan secara komperhensif. Seluruh pihak harus menentukan klasifikasi ganja yang bisa digunakan untuk medis.
 
"Karena kalau kemudian kalau salah mengambil jenis ganja, misalnya nanti malah bukan bagus untuk pengobatan tetapi nanti malah merugikan," sebut dia.
 
 

Baca: Pemerintah-DPR Perlu Libatkan IDI Soal Legalisasi Ganja Medis


 
Foto ibu bernama Santi viral di media sosial karena membutuhkan ganja medis untuk pengobatan anaknya, Pika. Foto tersebut diunggah penyanyi Andien di media sosialnya.
 
Pika mengidap penyakit cerebral palsy, kelainan gerakan, otot, atau postur. Penyakit ini disebut efektif diobati dengan terapi minyak biji ganja/CBD oil.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif