Ilustrasi KRI Bima Suci. Foto: MI/Arya Manggala
Ilustrasi KRI Bima Suci. Foto: MI/Arya Manggala

Pengamat: KSAL Baru Perlu Paham Geopolitik Kawasan

Antara • 04 Desember 2022 19:26
Jakarta: Laksamana Yudo Margono segera dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Panglima TNI. Publik kini menunggu siapa yang akan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Yudo. 
 
Peneliti militer dan intelijen Ridlwan Habib menilai calon KSAL berikutnya adalah figur yang paham tentang dinamika geopolitik di kawasan sekitar Indonesia. 
 
"Indonesia perlu KSAL yang cerdas, yang mengikuti situasi Laut Cina Selatan. Paham dinamika ancaman perairan sekitar kita," kata Ridlwan, melalui keterangan tertulis, Minggu, 4 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KSAL yang baru juga harus menguasai peta persenjataan maritim terbaru. Termasuk, mengetahui secara detail perlombaan senjata di antara negara negara besar terutama sekitar Indonesia. 
 
"KSAL yang cerdas sangat dibutuhkan agar maritim kita semakin aman dan berwibawa di mata negara lain," ujar alumni S2 Kajian Intelijen Universitas Indonesia tersebut. 
 
Syarat ketiga, lanjut Ridlwan, adalah pemahaman bahasa asing dan keahlian diplomasi internasional. "KSAL baru nanti akan menjadi duta utama diplomasi laut kita di pergaulan internasional. Karena itu pemahaman bahasa asing wajib, lebih utama lagi jika memahami bahasa selain Inggris," ujar Ridlwan. 
 
Tiga syarat utama itu, menurut Ridlwan, ada di figur Rektor Universitas Pertahanan Laksmana Madya Prof Amarulla Octavian. "Secara kepangkatan juga masuk karena beliau bintang tiga, " kata dia.
 
Octavian, lanjut Ridlwan, bisa membawa perubahan baik, terutama dalam pengembangan kurikulum pendidikan TNI Angkatan Laut. "Ini juga sejalan dengan visi Panglima baru Laksamana Yudo yakni perbaikan kualitas SDM prajurit TNI, termasuk kualitas SDM angkatan laut, " kata dia.
 
Baca: Yudo Margono Diminta Bikin Terobosan Skema Pertahanan
 

9 Pati bintang tiga berpotensi

Pengamat militer Anton Aliabbas menyebutkan setidaknya ada sembilan nama perwira tinggi (pati) TNI Angkatan Laut berpangkat bintang tiga atau Laksamana Madya yang berpotensi menjabat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal).
 
"Dan jika melihat rekam jejak penugasan selama ini, kesembilan perwira tinggi TNI AL mayoritas telah memiliki ragam penugasan, termasuk memimpin satuan operasi/tempur," kata Anton dilansir dari Antara.
 
Kesembilan nama pati itu adalah:
  1. Sekjen Dewan Ketahanan Nasional Laksamana Madya TNI Harjo Susmoro (AAL 1987) dengan sisa usia pensiun normatif 3 bulan; 
  2. Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Aan Kurnia (AAL 1987) dengan sisa usia pensiun normatif 8 bulan; 
  3. Irjen TNI Letnan Jenderal TNI (Mar) Bambang Suswantono (AAL 1987) dengan sisa usia pensiun normatif 8 bulan; 
  4. Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono (AAL 1988) dengan sisa usia pensiun normatif 11 bulan; 
  5. Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian (AAL 1988) dengan sisa usia pensiun normatif 11 bulan;
  6. Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat (AAL 1988) dengan sisa usia pensiun normatif 13 bulan; 
  7. Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Herru Kusmanto (AAL 1988) dengan sisa usia pensiun normatif 16 bulan; 
  8. Komandan Kodiklatal Letnan Jenderal TNI (Mar) Suhartono (AAL 1988) dengan sisa usia pensiun normatif 14 bulan; dan 
  9. Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Muhammad Ali (AAL 1989) dengan sisa usia pensiun normatif lebih dari 24 bulan.

 
(UWA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif