Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Bisa Dimulai dari Keluarga

Nasional pelecehan seksual keluarga kekerasan seksual kekerasan terhadap perempuan
M Iqbal Al Machmudi • 02 Januari 2022 15:26
Jakarta: Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar, mengatakan perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terstruktur serta sistematis mulai dari tataran keluarga hingga pemerintah. Perempuan dan anak harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang ke mana harus mendapatkan pertolongan dan layanan.
 
"Kami meyakini bicara soal anak korban tentu selalu berkaitan dengan orang tua, keluarga, sekolah, dan masyarakat, dari klasifikasi itu, kita harus melakukan upaya seperti memberikan pemahaman yang baik terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga mereka tidak mudah dibujuk rayu oleh pelaku serta dapat melakukan deteksi dini," kata Nahar dalam keterangan tertulis, Minggu, 2 Januari 2022.
 
Harus dipastikan juga tidak cukup tahu dan paham, tapi harus memiliki keberanian untuk melapor dan meminta pertolongan. Selain itu, salah satu hal yang didorong oleh pemerintah adalah terbangunnya kabupaten/kota layak anak untuk mendorong terwujudnya pemenuhan hak dan perlindungan kepada anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nahar menjelaskan, berdasarkan data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja Tahun 2021, terjadi penurunan tren kasus kekerasan terhadap anak.
 
"Tahun 2018 angka kekerasan bagi anak laki atau perempuan adalah 6 dari 10. Tahun 2021 angka ini menurun, misalnya untuk anak perempuan yang pernah mengalami kekerasan dalam bentuk apa pun di sepanjang hidupnya adalah 4 dari 10 dan untuk laki-laki adalah 3 dari 10. Angka ini terus kami kawal karena bisa jadi penurunan ini adalah dampak dari upaya yang sudah dilakukan, baik upaya pencegahan, regulasi, dan lain sebagainya,” tutur Nahar.
 
Baca: Maarif Institute: Sahkan RUU TPKS dan PRT Demi Kemanusiaan
 
Angka ini merupakan representasi kekerasan terhadap anak secara nasional. Menurut dia, data pelaporan yang masuk belum cukup untuk menggambarkan kasus kekerasan yang dialami oleh anak secara makro, mengingat adanya beberapa daerah yang lebih responsif dan mudah dalam mengakses pelaporan.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif