Tagar #2019GantiPresiden Menjamur di <i>May Day</i>
Spanduk #2019GantiPresiden dibawa massa buruh di sekitar Kompleks Istana. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Jakarta: Tagar #2019GantiPresiden menjamur dalam aksi May Day yang diikuti elemen buruh di Jakarta. Mereka menginginkan Presiden Joko Widodo diganti pada Pilpres 2019. 

Pantauan Medcom.id, tagar itu tertulis dalam papan spanduk milik sejumlah buruh. Spanduk itu dibawa sejumlah pedemo di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan tidak akan memilih Jokowi di Pilpres 2019. Jokowi dianggap telah mengabaikan kesejahteraan buruh dengan mempermudah para tenaga kerja asing (TKA) masuk. 


"Sudah tahu ada PHK (pemutusan tenaga kerja), daya beli turun, sembako naik. Eh, tiba-tiba pemerintah memberi kemudahan ke TKA," kata Said dalam orasinya, Selasa, 1 Mei 2018.


Massa buruh mengenakan kaus #2019GantiPresiden saat deklarasi dukungan kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Medcom.id-Whisnu Mardiansyah.

Said meminta Jokowi segera mencabut aturan yang dinilai tak berpihak pada buruh. Aturan itu adalah Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan TKA.

Baca: Prabowo Menyepakati 10 Poin Kontrak Politik dengan KSPI

"Tolak TKA buruh kasar Tiongkok. Bukan rasis, kita setuju investasi masuk, tapi tidak kita setuju (kalau) lapangan kerja Indonesia direbut buruh kasar Tiongkok," ujar dia.

Said mengajak seluruh buruh tidak memilih lagi Jokowi. Apalagi, saat ini harga kebutuhan tidak sesuai dengan pendapatan buruh.

"Jangan pilih karena membuat upah murah daya beli turun. Akibat harga naik gaji tetap. Harga naik enggak sebanding dengan kenaikan gaji," jelas dia.






(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id