Jakarta: Partai NasDem menyambut baik pertemuan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo. Langkah itu dinilai bisa membawa angin segar terkait sinergitas eksekutif dan legislatif.
"NasDem mengapresiasi langkah itu. Sebagai sesama partai, tentu di parlemen banyak agenda," kata Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya kepada Medcom.id, Sabtu, 7 Maret 2020.
Baca: PAN Berpotensi Merapat ke Koalisi Pemerintah
Willy menilai pertemuan Zulkifli dan Jokowi membuktikan komunikasi politik setelah Pilpres 2019 sangat cair. Posisi Zulkifli sebagai Wakil Ketua MPR juga bisa menjadi simbol komunikasi pemerintah dan legislatif berjalan dengan baik. Utamanya dalam membahas agenda di Parlemen seperti omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja, dan Perpajakan.
"Tentu sinergisitas antara eksekutif dan legislatif menjadi sangat krusial," ucap Willy.
Willy enggan menyimpulkan pertemuan Zulkifli dengan Jokowi sebagai tanda PAN akanmerapat ke koalisi pemerintah. Meskipun, bagi Willy, kedatangan Zulkifli ke Istana sejatinya memberi pesan kalau PAN mulai mendekat ke koalisi pemerintah.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Foto: Medcom/Ilham Wibowo
"Artinya, merapat atau tidak itu kan politik kita bicara simbol, tidak mesti berada di dalam (koalisi) atau bagaimana, ini kan juga bicara keseimbangan," kata Willy.
Zulkifli bertemu Jokowi di Istana dan tertutup dari awak media, Jumat, 6 Maret 2020. Selain sebagai Wakil Ketua MPR, Zulkifli merupakan Ketua Umum PAN yang baru terpilih dalam kongres ke-5 PAN, 10-12 Februari 2020.
Jakarta: Partai NasDem menyambut baik pertemuan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo. Langkah itu dinilai bisa membawa angin segar terkait sinergitas eksekutif dan legislatif.
"NasDem mengapresiasi langkah itu. Sebagai sesama partai, tentu di parlemen banyak agenda," kata Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya kepada
Medcom.id, Sabtu, 7 Maret 2020.
Baca:
PAN Berpotensi Merapat ke Koalisi Pemerintah
Willy menilai pertemuan Zulkifli dan Jokowi membuktikan komunikasi politik setelah Pilpres 2019 sangat cair. Posisi Zulkifli sebagai Wakil Ketua MPR juga bisa menjadi simbol komunikasi pemerintah dan legislatif berjalan dengan baik. Utamanya dalam membahas agenda di Parlemen seperti omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja, dan Perpajakan.
"Tentu sinergisitas antara eksekutif dan legislatif menjadi sangat krusial," ucap Willy.
Willy enggan menyimpulkan pertemuan Zulkifli dengan Jokowi sebagai tanda PAN akanmerapat ke koalisi pemerintah. Meskipun, bagi Willy, kedatangan Zulkifli ke Istana sejatinya memberi pesan kalau PAN mulai mendekat ke koalisi pemerintah.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Foto: Medcom/Ilham Wibowo
"Artinya, merapat atau tidak itu kan politik kita bicara simbol, tidak mesti berada di dalam (koalisi) atau bagaimana, ini kan juga bicara keseimbangan," kata Willy.
Zulkifli bertemu Jokowi di Istana dan tertutup dari awak media, Jumat, 6 Maret 2020. Selain sebagai Wakil Ketua MPR, Zulkifli merupakan Ketua Umum PAN yang baru terpilih dalam kongres ke-5 PAN, 10-12 Februari 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)