Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Fasilitas Kesehatan Harus Antisipasi Potensi Lonjakan Pasien Covid-19

Nasional Virus Korona
Yogi Bayu Aji • 13 Mei 2020 03:11
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengingatkan pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi mempersiapkan fasilitas kesehatan di daerah. Mereka harus mengantisipasi lonjakan pasien virus korona (covid-19) pasca-Lebaran 2020.
 
"Sejumlah fenomena terjadi menjelang Lebaran di masa pandemi covid-19 tahun ini. Mulai dari mudik yang terjadi lebih awal hingga pekerja migran yang pulang kampung. Beban daerah akan meningkat dalam upaya membendung penyebaran covid-19," kata Lestari dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Mengutip data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Lestari menyebut pemudik yang datang ke Jawa Tengah sejak 26 Maret-9 Mei 2020 mencapai 824.833 orang. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis, 23 April 2020 mengungkapkan sudah ada 13.430 orang yang mudik ke wilayahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyaknya pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lain di masa wabah covid-19 berpotensi meningkatkan penyebaran virus," kata Rerie, sapaan akrab Lestari.
 
Menurut dia, isu pelonggaran kebijakan dalam beberapa hari terakhir juga semakin santer terdengar. Hal ini menyebabkan semakin banyak masyarakat yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan yang ketat.
 
Kondisi ini diperparah dengan belum meratanya fasilitas rumah sakit (RS) di Tanah Air. Berdasarkan data rasio tempat tidur rumah sakit Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) per Minggu, 5 April 2020, Indonesia berada 41 dari 42 negara dengan rasio ketersediaan ranjang 1 per 1.000 penduduk Indonesia.
 
Empat provinsi yang dinilai memiliki faslitas rumah sakit lebih baik pun rasio ketersediaan ranjang masih rendah. Rasio ketersediaan ranjang rumah sakit di DKI Jakarta, 2,33 per 1.000 penduduk. Jawa Timur 1,07 per 1.000 penduduk, Jawa Tengah 1,15 per 1.000 penduduk, dan Sulawesi Selatan 1,53 per 1.000 penduduk.
 
"Dengan kondisi tersebut bila terus menerus terjadi penambahan jumlah orang terpapar covid-19, rumah sakit pun akan kewalahan melayani pasien," ujar legislator Partai NasDem itu.
 
Belum meratanya kelengkapan fasilitas sejumlah rumah sakit di daerah, menurut Rerie, akan menimbulkan masalah serius dalam penanganan wabah covid-19. Gejala tidak meratanya fasilitas RS sudah terlihat.
 
Dalam satu pemberitaan Senin, 11 Mei 2020, Rerie mengungkapkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini keberatan dengan banyaknya pasien asal luar kota yang dirujuk ke rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur. Hampir 50 persen pasien di RS di Surabaya adalah warga luar kota.
 
Fasilitas Kesehatan Harus Antisipasi Potensi Lonjakan Pasien Covid-19
 
Baca: Pemerintah Diminta Konsisten Terapkan Larangan Mudik Lebaran
 
Rerie menyebut pergerakan orang yang masif ke sejumlah daerah dikhawatirkan akan muncul episentrum baru penyebaran virus. Pemerintah diharap segera mencari solusi untuk menangani masalah ini.
 
"Tentu saja harus dilakukan melalui kolaborasi antara pimpinan pusat dan daerah serta penerapan strategi yang tepat sehingga kendalanya bisa segera diatasi," jelas dia.
 
Menurut Rerie, langkah konkret dalam memperkuat fasilitas kesehatan di daerah sangat dinantikan. Hal ini demi pengendalian penyebaran covid-19 di Tanah Air lebih efektif.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif