Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

E-Voting Perlu Kajian Mendalam

Nasional pilkada pemilu
Zakaria Habib • 21 Desember 2019 19:03
Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai pemungutan suara elektronik alias e-voting tak dijalankan secara paksa. Implementasi sistem ini perlu ditelaah lebih jauh dengan mempertimbangkan kondisi Indonesia.
 
"Apabila KPU (Komisi Pemilihan Umum) mau membuat e-voting atau e-counting, kita meminta tetap dilakukan kajian terlebih dahulu," kata peneliti LIPI Sri Nuryanti dalam diskusi Populi Center di Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019.
 
Menurut dia, teknologi yang digunakan dan kesiapan sumber daya manusia harus diulas. Dari sana dapat diketahui apakah sistem ini tepat digunakan di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harus ada kombinasi itu, dan harus ada analisis yang benar apakah kita benar bisa atau enggak," kata dia.
 
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sempat mendorong sistem e-voting dan e-rekap diterapkan di pemilu mendatang. Sistem ini perlu disegerakan.
 
Namun, KPU menyebut Indonesia belum membutuhkan e-voting. Indonesia lebih membutuhkan e-rekap.
 
"Ya terkait dengan gagasan e-voting tampaknya itu belum menjadi agenda dalam waktu dekat," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan Rabu, 7 Agustus 2019.
 
Wahyu mengatakan beberapa negara maju yang pernah menerapkan e-voting justru kembali ke sistem manual. E-rekap paling tepat untuk diterapkan pada saat ini. Sistem itu menyederhanakan proses rekapitulasi suara sehingga hasil pemilu dapat diketahui lebih cepat.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif