Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie. Foto: MI/Adam Dwi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie. Foto: MI/Adam Dwi

Oposisi Diminta Tetap Ada Sebagai Penyeimbang

Nasional kabinet jokowi pilpres 2019
Candra Yuri Nuralam • 06 Juli 2019 04:32
Jakarta: Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie meminta partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiga Uno di Pilpres 2019 tetap berada di kubu oposisi. Oposisi diperlukan untuk menyeimbangkan pemerintahan dalam demokrasi.
 
Dia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 51 dan Surat Al Hajj ayat 40 dalam Al-quran. Menurutnya, kedua surah itu menunjukkan jika kesinambungan demokrasi diatur dalam agama.
 
"Itu salah satu ayat yang perlu kita renungkan. Bukan hanya dalam pengertian teknis check and balance, tapi Allah mengatakan jikalau tidak ada dua golongan yang saling mengontrol dan mengendalikan pertama bumi ini akan hancur, semua rumah ibadah akan hancur jika tidak ada keseimbangan," kata Jimly di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 5 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Jimly, oposisi diperlukan untuk menampung aspirasi masyarakat, khususnya jika kebijakan pemerintah tak berpihak pada rakyat. Dia mengajak para elit politik untuk tetap menjaga perbedaan pendapat masyarakat.
 
(Baca: Fahri: DPR Hanya Berkoalisi dengan Rakyat)
 
Dia mengatakan tanpa oposisi, pemerintah sulit mendengarkan suara rakyat. Setidaknya, saat ini ada 85 juta orang senang Jokowi kembali menjadi presiden dan 75 juta mengingkan perubahan.
 
"Suasana pasca ketegangan politik ini mari kita isi dengan cara berfikir baru. Janganlah semua orng dipaksa untuk berfikir jangka pendek. Bahaya kita saling caci maki saling menilai satu dengan yang lain dengan kacamata jangka pendek semua," pungkas Jimly.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif