Pengunjuk rasa pro-Palestina membawa spanduk dengan gambar jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh yang tewas diduga ditembak tentara Israel. Foto: Branda Antara.
Pengunjuk rasa pro-Palestina membawa spanduk dengan gambar jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh yang tewas diduga ditembak tentara Israel. Foto: Branda Antara.

PWI Kecam Pembunuhan Wartawan Al Jazeera Shireen Abu Akleh

Nasional penembakan Palestina konflik israel Kekerasan pers Kasus Pembunuhan Shireen Abu Akleh
Antara • 15 Mei 2022 03:26
Jakarta: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam pembunuhan keji dan tidak berperikemanusiaan terhadap wartawan Al Jazeera Shireen Abu Akleh yang diduga dilakukan oleh tentara Israel. Penembakan terhadap Shireen merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.
 
"Sangat jelas bahwa Shireen sudah memakai rompi bertuliskan besar-besar (kata) Press," kata Ketua umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 Mei 2022.
 
Ia menyatakan Shireen merupakan seorang wartawati yang memberitakan ketidakadilan dan kekejaman pasukan militer Israel terhadap warga Palestina. Rekam jejak Shireen selama ini menegaskan bahwa dirinya adalah seorang wartawan yang tak bisa membiarkan kekejaman dan ketidakadilan terjadi di wilayah pendudukan Palestina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang seolah-olah (dianggap) normal dilakukan aparat Israel," kata Atal.
 
PWI Pusat mendesak pemerintah dan negara-negara di dunia mengecam pembunuhan Shireen itu. Ia menyesalkan ada beberapa negara yang dikenal sebagai pendukung hak asasi manusia (HAM) justru diam atas kejadian itu.
 
"Diamnya sejumlah negara yang mengaku jawara HAM dunia, begitu pula negara-negara Eropa, patut disayangkan dan kami nyatakan (itu) sebagai perilaku memalukan di era keterbukaan ini," kata Atal.
 
Baca: Satu Suara, DK PBB Kutuk Pembunuhan Jurnalis Palestina
 
PWI Pusat mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) turun langsung ke lokasi kejadian menyelidiki insiden penembakan yang menewaskan Shireen. Meskipun, Atal meragukan lembaga peradilan dunia mampu menyelidiki kasus itu dengan proporsional.
 
"Sulit rasanya kita menyerahkan keadilan kepada pihak yang telah setengah abad lebih terbukti tak mampu bersikap adil seperti Zionis Israel," kata dia.
 
Shireen Abu Akleh merupakan seorang wartawati Al Jazeera yang memiliki kewarganegaraan ganda Palestina dan Amerika Serikat. Ia diyakini menjadi sasaran tembak penembak jitu tentara Israel saat bertugas meliput konflik di Kamp Pengungsi Jenin, Tepi Barat wilayah Palestina yang diduduki Israel, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Terkait insiden itu, Pemerintah Indonesia telah menyampaikan kecaman terhadap pelaku penembakan.
 
"Indonesia mengecam keras pembunuhan terhadap koresponden Al Jazeera Shireen Abu Akleh di wilayah Tepi Barat yang diokupasi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Kamis, 12 Mei 2022.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif