Presiden Jokowi mengundang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan makan siang di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/11/2016). Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Jokowi mengundang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan makan siang di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/11/2016). Foto: Antara/Puspa Perwitasari

PAN Bantah Minta Jatah Pimpinan DPR ke Jokowi

Nasional pan partai amanat nasional pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 30 April 2019 15:10
Jakarta: Pertemuan Zulkifli Hasan dan Presiden Joko Widodo di Istana Negara dinilai bukan sekedar pertemuan antara pimpinan lembaga tinggi negara. Zulhas, panggilan Zulkifli, diduga melobi Jokowi untuk meningkatkan kursi pimpinan di parlemen.
 
Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno membantah. Eddy menilai pertemuan Zulhas dan Jokowi hanya pertemuan biasa sebagai sesama pimpinan lembaga tinggi negara.
 
"Kita tidak pernah minta apa-apa ke beliau," kata Eddy pada wartawan, Selasa 30 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eddy menegaskan tak etis membahas jatah kursi pimpinan parlemen dengan presiden di Istana Negara. Terlebih pertemuan Zulhas dengan Jokowi kemarin adalah acara kenegaraan yang formal.
 
"Rasanya tidak mungkin membahas hal yang strategis dan penting dalam forum kenegaraan dan dihadiri undangan banyak," ungkap Dia.
 
Baca juga:PAN Dinilai Rugi Jika Bertahan Bersama Prabowo Subianto
 
Meski begitu, Eddy belum bisa memastikan apakah ada pembahasan lobi politik di luar pembicaraan saat di Istana Negara. Dia mengaku belum mendengar informasi lebih lanjut ke depannya.
 
Sinyal PAN untuk mendekat ke kubu petahana semakin kencang. Pendekatan ini diyakini sebagai niat baik PAN untuk berpartisipasi 'menjaga gawang' legislatif di periode kedua pemerintahan Jokowi.
 
"Dari informasi yang saya peroleh di Istana itu ada permintaan (Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan) pada Pak Jokowi agar PAN mendapatkan bagian pimpinan DPR atau MPR," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Abdul Kadir Karding saat dihubungi, Selasa, 30 April 2019.
 
Menurut Karding, tak ada yang salah dengan hal tersebut. Ia membela Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan terkait pernyataan untuk reposisi usai pilres.
 
"Jadi, Pak Bara itu menurut saya berusaha untuk obyektif secara politik," kata Karding.
 
Terlepas dari itu, ia mengapresiasi niat baik PAN untuk berkomunikasi. Sebab hal tersebut sangat penting dilakukan di tengah dinamika politik yang agak panas seperti saat ini.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif