Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. Foto: Medcom.id/Zakaria Habib
Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. Foto: Medcom.id/Zakaria Habib

PPP Tolak Sistem Presidensial Diperkuat Lewat Penyederhanaan Parpol

Nasional revisi uu pemilu
Anggi Tondi Martaon • 12 Maret 2020 16:22
Jakarta: Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani tak sepakat wacana penguatan sistem presidensial melalui penyederhanaan partai politik (parpol) dengan menaikkan ambang batas parlemen. Mekanisme ini berpotensi banyak suara pemilih hangus.
 
"Kalau ini (ambang batas parlemen) dinaikkan terjadi potensi suara tidak terwakili lebih besar, sudah lebih 10 persen, sekitar 13 juta lebih," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020.
 
Wakil Ketua MPR itu mengusulkan penguatan sistem presidensial dengan membatasi jumlah fraksi di DPR. Sebab, pengambilan keputusan di DPR berdasarkan suara fraksi, bukan anggota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kekuatan politik di DPR itu kan terakumulasi atau terkonsentrasinya dalam bentuk fraksi," ungkap dia.
 
Baca:PPP Kukuh Ambang Batas Parlemen Tak Perlu Dinaikkan
 
Pembentukan fraksi di DPR dihitung melalui suara yang diperoleh peserta pemilu. Parpol dengan suara kecil digabung menjadi satu fraksi. Seperti Fraksi Kesatuan Kebangsaan Indonesia (KKI) DPR periode 1999-2004.
 
"Anggotanya PNI yang cuma satu, dua dan segala macem. PKPI waktu itu Pak Benny (Benny K Harman) juga kan PKPI waktu itu. Kemudian bergabung ke Partai Demokrat. Harusnya seperti itu," sebut dia.
 
Selain itu, mekanisme lainnya dengan memperketat syarat menjadi peserta pemilu. Jika lolos tahap verifikasi partai tersebut berhak mendapatkan jatah kursi di parlemen.
 
"Kalau mau menyederhanakan parpol syaratnya (peserta Pemilu) dong yang harus dinaikkan. Syarat untuk ikut pemilu bukan untuk mendirikan parpol," ujar dia.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif