Petugas keamanan mengawal dua perempuan yang diyakini sebagai istri militan ISIS di kamp al-Hol, Suriah, 23 Juli 2019. (Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN)
Petugas keamanan mengawal dua perempuan yang diyakini sebagai istri militan ISIS di kamp al-Hol, Suriah, 23 Juli 2019. (Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN)

Negara Tak Perlu Hadir untuk Pengkhianat

Nasional isis WNI Gabung ISIS
M Sholahadhin Azhar • 06 Februari 2020 14:08
Jakarta: Konteks negara harus hadir untuk 600 warga asal Indonesia eks ISIS, dinilai salah kaprah. Indonesia harus hadir melindungi warganya yang pergi ke luar negeri dengan resmi dan mengakui Indonesia sebagai negara mereka, seperti para pekerja imigran.
 
"Negara wajib hadir di sana, bukan untuk orang yang mengkhianati negaranya," kata Anggota DPR dari Partai NasDem, Willy Aditya dalam program Prime Talk, Rabu, 5 Februari 2020 malam.
 
Menurut dia, lebih penting bagi Indonesia memberikan perlindungan pada pekerja migran dan diaspora. Sebab di luar negeri, mereka membawa nama Indonesia dan berprestasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbeda jika dibandingkan dengan warga asal Indonesia yang bergabung dengan ISIS. Meski sekarang mengklaim tak terkait organisasi terlarang itu, tapi mereka telah membakar paspor Indonesia.
 
Negara Tak Perlu Hadir untuk Pengkhianat
Menteri Agama Fachrul Razi. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
 
Menteri Agama Fachrul Razi, sepakat dengan hal itu. Bagi dia, konteks kehadiran negara harus dipahami lebih dulu. Hadirnya negara tak bisa melabrak aturan. Mengingat secara yuridis para warga asal Indonesia itu sudah menanggalkan kewarganegaraan mereka.
 
"Kehadiran negara jangan diartikan untuk memulangkan dia atau memberikan kewarganegaraan," kata Fachrul.
 
Kepedulian pemerintah terkait isu ini, dianggapnya sudah mencerminkan kehadiran negara. Bahkan membahas lebih lanjut soal pemulangan mereka. Namun Fachrul meminta tak ada harapan berlebih.
 
"Apapum keputusan kita akan dipulangkan atau tidak itu menunjukkan kepedulian kita. Kehadiran negara. Tidak bermakna harus dipulangkan," tegas Fachrul.
 

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif