Rapat Paripurna pengesahan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI/Medcom.id/Anggi
Rapat Paripurna pengesahan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI/Medcom.id/Anggi

Interupsi Hingga Sindir Puan, Legislator PKS Meminta Maaf

Anggi Tondi Martaon • 08 November 2021 15:33
Jakarta: Anggota DPR Fraksi PKS Fahmi Alaydroes menyindir Ketua DPR Puan Maharani mengenai calon presiden (capres) karena tak diperkenankan menginterupsi Rapat Paripurna. Fahmi meminta maaf atas hal tersebut.
 
"Hal itu sudah selesai tadi, dengan teman-teman PDI Perjuangan tadi saya juga sudah meminta maaf," kata Fahmi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 8 November 2021.
 
Dia mengaku permintaan interupsi disampaikan secara spontan. Sindiran terkait Puan sebagai capres Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bukan bagian dari interupsi yang ingin disampaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya itu mengalir begitu saja," ungkap Fahmi.
 
Baca: Sikap Politikus PKS Memaksa Interupsi di Rapat Paripurna Disesalkan
 
Dia menceritakan soal interupsi, awalnya dia ingin menyampaikan pandangan terkait Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021. Menurut dia, pandangan mengenai aturan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi itu bisa disampaikan di Rapat Paripurna hari ini.
 
"Ingin saya sandingkan dengan ketahanan moral bangsa, begitu. Tapi kesempatan itu begitu saja, tidak diizinkan, maka saya sampaikan protes seperti yang teman-teman sampaikan," ujar Fahmi.
 
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini meminta agar permasalahan interupsi yang disampaikan Fahmi tak perlu diperpanjang. Sebab, Fahmi sudah menyampaikan permintaan maaf.
 
"Kalau nanti dikembangkan begitu, yang muncul nanti malah yang lain," kata Jazuli 
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif