Rapat Paripurna pengesahan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI/Medcom.id/Anggi
Rapat Paripurna pengesahan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI/Medcom.id/Anggi

Sikap Politikus PKS Memaksa Interupsi di Rapat Paripurna Disesalkan

Anggi Tondi Martaon • 08 November 2021 12:36
Jakarta: Wakil Ketua Komisi I Utut Adianto menyayangkan sikap anggota DPR Fahmi Alaydroes. Pasalnya, anggota Fraksi PKS itu memaksa menginterupsi jalannya rapat paripurna. 
 
"Yang memimpin sidang itu berhak, interupsi diterima atau tidak," kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 8 November 2021.
 
Baca: Tak Diberikan Kesempatan Interupsi, Anggota Fraksi PKS Sindir Puan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Utut menyebut peserta mesti memahami rapat paripurna hari ini merupakan agenda tunggal. Yakni, pengesahan pertimbangan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI
 
Menurut dia, interupsi bisa disampaikan pada kesempatan lain. Sehingga, tak menganggu suasana rapat paripurna. 
 
 "Supaya kesakralannya bisa terjaga," ujar dia. 
 
Sebelumnya, Fahmi memaksa menginterupsi jalannya rapat paripurna. Namun, Ketua DPR Puan Maharani sebagai pimpinan rapat tak memberikan kesempatan. 
 
Dia pun kesal tak diberikan kesempatan. Bahkan, Fahmi menyindir Puan. 
 
"Bagaimana mau jadi capres (calon presiden)," kata Fahmi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 8 November 2021.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif