Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menyebut salah satu kriteria wajib menteri Kabinet Kerja jilid II ialah keahlian komunikasi dengan media massa. Menteri-menteri Joko Widodo-Ma'ruf Amin harus pandai bicara.
Arsul menilai pada lima tahun pertama Jokowi memimpin bersama Jusuf Kalla, masih banyak salah persepsi dari apa yang disampaikan pemerintah ke masyarakat lewat media. Sejatinya, kata dia, menteri harus bisa memanfaatkan media massa dengan baik.
"Media ini kan juga PR (public relations) gratis bagi pemerintah. Tapi, kalau katakanlah yang jadi pejabat setiap ditanya kabur mulu, itu kan yang ada di persepsi di luar pemerintahan," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu, 19 Oktober 2019.
Kendati begitu, Arsul belum mau bicara banyak soal komposisi Kabinet periode mendatang. Ia hanya mengaku sampai saat ini partai koalisi menghormati keputusan Jokowi soal siapa saja calon menteri periode berikutnya.
Wakil Ketua MPR itu menambahkan saat ini susunan Kabinet Kerja jilid II tinggal difinalisasi oleh Jokowi. Namun demikian, Arsul menyebut jika tidak menutup kemungkinan ada perubahan komposisi menteri sebelum diumumkan Jokowi.
"Yang kami ketahui masih berjalan saat ini," jelas dia.
Sementara, Arsul juga menyepakati pernyataan mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir yang menyebut sebaiknya menteri Kabinet Kerja jilid II diisi sosok di balik kemenangan pasangan nomor urut 01 itu. Hal itu menjadi kekhawatiran dari seluruh partai dan relawan pendukung.
"Itu juga untuk menumbuhkan kultur demokrasi yang baik. Jangan kemudian yang tadinya berkontestasi beramai-ramai masuk. Pergeseran posisi itu boleh saja, tetapi jangan beramai-ramai juga," ungkap Arsul.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/JKRVzZ5K" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menyebut salah satu kriteria wajib menteri Kabinet Kerja jilid II ialah keahlian komunikasi dengan media massa. Menteri-menteri Joko Widodo-Ma'ruf Amin harus pandai bicara.
Arsul menilai pada lima tahun pertama Jokowi memimpin bersama Jusuf Kalla, masih banyak salah persepsi dari apa yang disampaikan pemerintah ke masyarakat lewat media. Sejatinya, kata dia, menteri harus bisa memanfaatkan media massa dengan baik.
"Media ini kan juga PR (
public relations) gratis bagi pemerintah. Tapi, kalau katakanlah yang jadi pejabat setiap ditanya kabur mulu, itu kan yang ada di persepsi di luar pemerintahan," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu, 19 Oktober 2019.
Kendati begitu, Arsul belum mau bicara banyak soal komposisi Kabinet periode mendatang. Ia hanya mengaku sampai saat ini partai koalisi menghormati keputusan Jokowi soal siapa saja calon menteri periode berikutnya.
Wakil Ketua MPR itu menambahkan saat ini susunan
Kabinet Kerja jilid II tinggal difinalisasi oleh Jokowi. Namun demikian, Arsul menyebut jika tidak menutup kemungkinan ada perubahan komposisi menteri sebelum diumumkan Jokowi.
"Yang kami ketahui masih berjalan saat ini," jelas dia.
Sementara, Arsul juga menyepakati pernyataan mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir yang menyebut sebaiknya menteri Kabinet Kerja jilid II diisi sosok di balik kemenangan pasangan nomor urut 01 itu. Hal itu menjadi kekhawatiran dari seluruh partai dan relawan pendukung.
"Itu juga untuk menumbuhkan kultur demokrasi yang baik. Jangan kemudian yang tadinya berkontestasi beramai-ramai masuk. Pergeseran posisi itu boleh saja, tetapi jangan beramai-ramai juga," ungkap Arsul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)