KPU Hormati Bawaslu Soal PSI
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kiri). Foto: MI/Ramdani
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghormati pandangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas anggapan tidak konsisten dalam penegakan aturan kampanye. Hal ini, terkait kasus dugaan kampanye di luar jadwal oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

"Pandangan Bawaslu kami hormati," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

Wahyu menjelaskan, perbedaan pernyataan yang ia sampaikan saat memberikan keterangan kepada Bareskrim Polri terjadi karena pertanyaan yang juga berbeda. 


"Ya tentu saja saya jawabnya berbeda, wong pertanyaannya beda," ungkap Wahyu.

Pertanyaan yang berbeda itu, kata Wahyu, mengenai sudah ada atau belum aturan KPU yang mengatur kampanye 2019. 

"Kan memang belum ada. Saya kan enggak bisa tutupi fakta itu. Karena prosesnya kan harus melalui konsul dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)," ujarnya.

Dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2018 Perubahan atas PKPU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Pemilu 2019 dinilai Bawaslu sudah ada mekanisme kampanye pemilu. Namun, Wahyu menilai anggapan Bawaslu tidak benar. Wahyu mengaku, peraturan dalam PKPU Nomor 5 itu berbeda dengan jadwal kampanye. 

Baca: Bawaslu Sayangkan Inkonsistensi KPU

"PKPU Nomor 5 itu mengatur jadwal, tahapan dan program. Di situ dijelaskan waktu tahapan seluruhnya, dari awal sampai akhir. Tapi tidak ada yang mengatur mekanisme kampanye," tutur Wahyu.

Diketahui, yang diperiksa Bareskrim yakni Ketua Bawaslu Abhan, KPU, ahli  dan PSI. Wahyu mengaku, pernyataan dua orang ahli saat dimintai keterangan oleh polisi sejalan dengan KPU. 

"Para ahli dari UGM dan UI itu sejalan dengan keterangan saya. Karena pangkal ujungnya adalah belum adanya PKPU. Begitu," ucap Wahyu.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id