Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah melakukan usaha maksimal dalam menangani lonjakan kasus covid-19. Salah satunya, dengan menekan angka keterisian rumah sakit (BOR).
"Pemerintah pontang panting menyiapkan perawatan (perawatan pasien covid-19). Sampai banyak yang pasang tenda (di) rumah sakit, kekurangan oksigen, kekurangan tenaga kesehatan, ini sebenaranya betumpu-tumpu masalah," ujar Ma'ruf dalam taushiyah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Sabtu, 17 Juli 2021.
Ma'ruf menyebut tenaga kesehatan (nakes) yang telah gugur per 6 Juli 2021, mencapai seribu jiwa lebih. Sebanyak 405 dari jumlah tersebut adalah dokter.
Baca: Wapres Minta Masyarakat Gelar Salat Iduladha di Rumah
"Untuk jadi dokter tidak mudah, bukan setahuh dua tahun, tapi sekarang banyak jadi korban," kata dia
Ma'ruf mengajak masyarakat bersama-sama menanggulangi pandemi covid-19. Caranya dengan tidak berkerumun, sebab berpotensi menimbulkan penularan.
"Jangan melakukan kerumunan, salah satunya (salat) iduladha baik di masjid dan di luar masjid. Alhamdulillah saya udah berusaha agar (masjid) tidak ditutup dalam aturan terbaru, tapi dilarang berkerumun," kata dia.
Ma'ruf meminta masyarakat dapat menggelar salat Iduladha di rumah masing-masing. Selain itu, pelaksanaan pemotong hewan kurban diminta dilakukan di rumah potong hewan (RPH).
"Berjamaah itu hukumnya sunnah, tetapi menjaga diri dari wabah covid-19 hukumnya wajib, (sehingga) hal yang wajib harusnya didahulukan daripada yang sunnah," ungkapnya.
Oleh sebab itu, pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Ia menekankan setiap kebijakan semata-mata untuk menjaga keselamat segenap masyarakat.
Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah melakukan usaha maksimal dalam menangani lonjakan kasus covid-19. Salah satunya, dengan menekan angka keterisian rumah sakit (BOR).
"Pemerintah pontang panting menyiapkan perawatan (perawatan pasien covid-19). Sampai banyak yang pasang tenda (di) rumah sakit, kekurangan oksigen, kekurangan tenaga kesehatan, ini sebenaranya betumpu-tumpu masalah," ujar
Ma'ruf dalam taushiyah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Sabtu, 17 Juli 2021.
Ma'ruf menyebut tenaga kesehatan (nakes) yang telah gugur per 6 Juli 2021, mencapai seribu jiwa lebih. Sebanyak 405 dari jumlah tersebut adalah dokter.
Baca:
Wapres Minta Masyarakat Gelar Salat Iduladha di Rumah
"Untuk jadi dokter tidak mudah, bukan setahuh dua tahun, tapi sekarang banyak jadi korban," kata dia
Ma'ruf mengajak masyarakat bersama-sama menanggulangi pandemi covid-19. Caranya dengan tidak berkerumun, sebab berpotensi menimbulkan penularan.
"Jangan melakukan kerumunan, salah satunya (salat) iduladha baik di masjid dan di luar masjid. Alhamdulillah saya udah berusaha agar (masjid) tidak ditutup dalam aturan terbaru, tapi dilarang berkerumun," kata dia.
Ma'ruf meminta masyarakat dapat menggelar salat Iduladha di rumah masing-masing. Selain itu, pelaksanaan pemotong hewan kurban diminta dilakukan di rumah potong hewan (RPH).
"Berjamaah itu hukumnya sunnah, tetapi menjaga diri dari wabah covid-19 hukumnya wajib, (sehingga) hal yang wajib harusnya didahulukan daripada yang sunnah," ungkapnya.
Oleh sebab itu, pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Ia menekankan setiap kebijakan semata-mata untuk menjaga keselamat segenap masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)