Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Timur, Azis Samual meminta munas dipercepat. Foto: Dokumen istimewa.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Timur, Azis Samual meminta munas dipercepat. Foto: Dokumen istimewa.

Airlangga Diminta Jangan Panik dan Percepat Munas Golkar

Nasional pemilu serentak 2019
30 Mei 2019 21:47
Jakarta: Esk Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Timur, Azis Samual menyebut gerakan untuk mempercepat Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar kian menyeruak. Sebanyak 25 DPD tingkat provinsi (tingkat I) Golkar diklaim sudah berkonsolidasi untuk menentukan langkah percepatan munas.
 
Azis Samual jadi salah satu inisiator untuk percepatan munas. Dia bilang, permintaan percepat munas lantaran Golkar tak bisa raih suara maksimal pada Pemilu 2019.
 
"Sebanyak 25 DPD I sudah meminta untuk mempercepat Munas di akhir Juli. Ketua Umum Golkar harus mendengarkan aspirasi anggotanya. Karena sudah gagal, selayaknya harus mempercepat Munas dan mundur, jangan panik terus menekan dan meminta beberapa yang lain untuk melawan permintaan ini," ujar Azis dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 30 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Desakan munas mengemuka setelah suara Golkar disebut melorot pada Pemilu 2019. Sebelumnya, Azis juga menuntut agar Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus bertanggung jawab.
 
Baca juga: 25 DPD I Golkar Ingin Segera Munas
 
Tuntutan itu mengemuka setelah raihan suara Golkar turun pada Pemilu 2019. Golkar pun hanya meraih 85 kursi. "Target di awal, Golkar harus mencapai 110 kursi di DPR. Tapi (target) ini jauh, kami juga hanya duduk di posisi ketiga, ini tak semestinya terjadi," ketusnya.
 
Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Abdul Azis juga memiliki pandangan yang sama tentang kondisi partai saat ini. "Kalau memang pencapaian ini dianggap berhasil kenapa takut untuk melaksanakan munas secepatnya? Atau apabila tidak berani melaksanakan munas, lebih baik saya sarankan Ketum AH (Airlangga Hartarto) mundur saja," ungkap dia.
 
Abdul Aziz juga meminta elite DPP dan DPD tingkat I dan II untuk tidak naif. Mereka harus realistis pada kenyataan yang ada.
 
"Elite DPP dan DPD pastinya sadar bahwa Partai Golkar mengalami penurunan kursi yang signifikan. Jadi jangan bicara prestasi Airlangga di media," pungkas Abdul Azis.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif