Pelajari Pembuatan Vaksin, OKI Berkunjung ke Bio Farma

Gervin Nathaniel Purba 26 November 2018 21:01 WIB
bio farma
Pelajari Pembuatan Vaksin, OKI Berkunjung ke Bio Farma
Kehadiran delegasi OKI dalam rangka mengetahui secara pasti proses pembuatan vaksin di Bio Farma (Foto:Dok.Bio Farma)
Bandung: Sejumlah delegasi negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) meninjau sekaligus mempelajari cara pembuatan vaksin di Indonesia. OKI ingin memastikan Indonesia menghasilkan vaksin secara higienis.

Upaya tersebut ditunjukkan dengan mengunjungi pabrik PT Bio Farma di Bandung, pada Jumat, 23 November 2018. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Sekretaris OKI Abdunur Sekindi dan juga perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Direktur Utama PT Biofarma M Rahman Roestan mengatakan kunjungan ini sangat strategis karena dihadiri oleh beberapa delegasi negara OKI bidang vaksin dan obat-obatan.


Kunjungan ini merupakan rangkaian dari The 1st Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation Member States, yang berlangsung sejak Rabu, 21 November 2018.

"Saya bersyukur Bio Farma menjadi salah satu produsen vaksin yang sudah diakui oleh badan kesehatan dunia," ujar Rahman.

Rahman mengatakan, sebagai produsen vaksin asal negara berpenduduk mayoritas muslim, pihaknya berupaya menciptakan produk yang bisa memenuhi kaidah kesehatan dan tidak bertentangan dengan asas Islam. "Dari sisi kualitas, khasiat, dan keamanan sudah memenuhi syarat," ujarnya.

 

Saat ini, vaksin yang diproduksi oleh Indonesia melingkupi 12 produk yang digunakan untuk program imunisasi dasar dan imunisasi nasional di masing-masing negara. Hingga kini, Bio Farma sudah mendistribusikan vaksin ke lebih dari 140 negara.

"Kita sudah mengekspor produknya ke banyak negara berpenduduk mayoritas muslim," kata Rahman.

Kehadiran delegasi OKI tersebut dalam rangka mengetahui secara pasti soal proses pembuatan vaksin di Bio Farma. Mereka juga ingin bertukar pikiran tentang rumusan pembuatan produk imunisasi yang sesuai dengan kaidah Islam.

Dalam pertemuan ini, negara yang hadir memiliki keinginan untuk kemandirian produksi vaksin. Bio Farma dinilai menjadi tempat yang tepat untuk saling berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan, dan pemahaman mengenai produk vaksin.

 

Saat ini, terdapat 100 industri vaksin seluruh dunia. Yang sudah diakui Badan kesehatan Dunia (WHO) kurang dari 30. Salah satunya, Bio Farma dari Indonesia. Dari 57 negara anggota OKI hanya ada dua negara yang sudah diakui Badan Kesehatan Dunia untuk vaksin. Untuk yellow fever diproduksi Senegal dan sudah diakui Badan Kesehatan Dunia, tapi hanya untuk mencukupi kebutuhan Afrika Tengah dan Afrika Barat.

Sekretaris OKI Abdunur Sekindi mengatakan Bio Farma merupakan perusahaan yang menginspirasi negara lain, khususnya negara muslim. Bio Farma telah banyak membantu beberapa produsen vaksin di Timur Tengah dan Afrika Utara.

"Tujuan utamanya ialah untuk saling membantu dan saling menguatkan," kata Abdunur.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id