Indonesia Berbagi Ilmu Obat-obatan kepada Anggota OIC

Anggi Tondi Martaon 20 November 2018 16:17 WIB
bio farma
Indonesia Berbagi Ilmu Obat-obatan kepada Anggota OIC
Indonesia menjadi tuan rumah The 1st Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Jakarta: Indonesia menjadi tuan rumah The 1st Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs). Acara diikuti oleh 32 kepala pengawas obat dan makanan yang tergabung dalam The Organization of Islamic Corporation (OIC).

Pertemuan mengangkat tema Penguatan Kolaborasi antar Kepala Otoritas Regulatori Obat Negara OKI menuju Kemandirian Obat dan Vaksin. Diharapkan, acara itu dapat menghasilkan kesepatakan strategi penguatan kolaborasi peserta, khususnya OIC. 

"Pertemuan Kepala Otoritas Regulatori Obat ini sangat penting dan strategis sebagai forum berbagi pengetahuan, bertukar informasi, dan membangun jejaring dalam menjalankan fungsi regulatori mewujudkan ketersediaan obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito, usai membuka workshop di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Selasa, 20 November 2018.


Penny menyebutkan, pada workhsop tersebut Indonesia akan berbagi pengetahuan tentang produksi obat-obatan, khususnya vaksin. Sebab, ada beberapa negara yang belum bisa memproduksi vaksin sendiri.

Sehubungan dengan itu, BPOM menggandeng Bio Farma menjadi salah satu pembicara. Produk vaksin Bio Farma dinilai telah memenuhi syarat World Health Organization (WHO).

"Saat ini, Bio Farma memiliki lebih dari 12 produk vaksin yang telah memenuhi syarat WHO. Agar produsen vaksin memiliki vaksin WHO yang sudah memenuhi syarat, wajib bagi Badan Pengatur Nasional (NRA) negara untuk diakreditasi oleh WHO," ucapnya menjelaskan.

 
(Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Pada acara ini, Bio Farma fokus membahas mengenai proses Pre-Qualification (PQ) WHO. "Yaitu persyaratan pemenuhan standar mutu, keamanan, dan keampuhan produk untuk penggunaan secara internasional," kata Direktur Utama Bio Farma M Rahman Roestan. 

Tak banyak produsen vaksin di dunia, khususnya anggota OIC, yang memperoleh predikat tersebut. Dari sekitar 100 industri vaksin, kurang dari 30 industri yang telah diakui WHO.

"Dan pengakuan Badan Kesehatan Dunia bukan hanya pada industrinya, tapi yang penting adalah fungsi dari pengawasannya. Yang dikatakan WHO PQ bukan Bio Farma, tetapi Indonesia. Artinya, tanpa pengawasan yang diakui Badan Kesehatan Dunia," ujar Rahman.

Di negara OKI, dari sekitar 57 negara anggota hanya ada tujuh negara yang memiliki pabrik vaksin, dan hanya ada dua pabrik yang diakui Badan Kesehatan Dunia. "Satu pabrik di Senegal itu hanya memproduksi satu vaksin saja. Yellow fever vaksin untuk kebutuhan Afrika Barat, Afrika Tengah," ucapnya.

Rahman menegaskan, Bio Farma atau produsen obat-obatan di Indonesia tidak menutup diri. Bio Farma akan berbagi kepada negara lain, khususnya anggota OIC dalam mencapai kemandirian obat-obatan.


(Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

"Indonesia sudah dipercayai sebagai OIC Center of Excellence untuk vaksin dan bioteknologi produk. Artinya, dengan kepercayaan global ini amanah yang diberikan kepada Indonesia sudah seharusnya kita tunjukkan bahwa Indonesia mampu. Bukan hanya dari sisi training di bidang produksi, tetapi juga yang paling penting fungsi pengawasannya," kata dia.

Rahman menyebutkan, saat ini beberapa negara sudah mengajukan diri untuk bekerja sama. Misalnya, transfer teknologi yang diajukan oleh Arab Saudi.

"Kemudian, dari Maroko sudah dijajaki, dari Tunisia juga sedang dijajaki. Kepada mereka pun kami sampaikan bahwa harus simultan antara transfer teknologi produksi dengan aspek regulasi. Artinya, penguatan badan Badan POM di negara-negara Islam menjadi suatu kunci bagi bisa mengibarkan Merah Putih pada kancah global," ujar Rahman.



(ROS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id