Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. Foto: MI/Pius Erlangga
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. Foto: MI/Pius Erlangga

Menkominfo: Media Penyiaran Dituntut Memenangi Era Digital

Nasional televisi digital lembaga penyiaran
Medcom • 10 Januari 2020 09:43
Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan Indonesia harus bisa memenangi kompetisi di era komunikasi digital saat ini. Semua media, termasuk media penyiaran, dituntut untuk segera bermigrasi ke era digitalisasi.
 
"Saya ingin bertanya, ada berapa banyak perusahaan pertelevisian di Indonesia, atau barangkali di Asia Tenggara, yang masih memproduksi TV analog?" kata Johnny, saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Refleksi Kebebasan Pers 2019 dan Peluncuran Buku Mengenal Dewan Pers, di Jakarta, medio Desember 2019.
 
Ia mencontohkan saat berkunjung ke toko elektronik. Perkakas televisi yang dijual sebagian besar adalah digital. "(Televisi) HD (high definition), mana ada yang analog. Rakyat memiliki televisi HD. Kalau YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) tahu, bisa ribut juga," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari ilustrasi itu, Johnny ingin mengatakan bahwa industri pertelevisian di Indonesia juga harus mengikuti perkembangan teknologi. Dalam hal ini harus segera merebut era digital.
 
"Kita dituntut harus bermigrasi (ke era digital). Apalagi ketika masuk era 5G (generasi kelima). Semua akan berubah landscape-nya. Berubah dahsyat. Dan kita harus siapkan diri untuk bermigrasi ke sana," kata politikus Partai NasDem itu mengajak pelaku industri pertelevisian di Indonesia.
 
Tak heran, Jelang Hari Pers Nasional 2020, ia mengajak media penyiaran membuka kesadaran bersama tentang teknologi digital. "Harus ada roadmap yang kita tempuh menuju Indonesia di era digital," tegas dia.
 
Industri media, terutama penyiaran, kata Johhny, harus mengubah cara berpikirnya. "Tanpa itu, kita sulit untuk memenangi era digital. Kita punya tugas untuk memenangi era baru, dunia baru, yakni dunia digital," kata dia.
 
Sebelumnya, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio mendukung penuh upaya pemerintah mendigitalisasi penyiaran ke seluruh wilayah di tanah air. Menurutnya, digitalisasi penyiaran bisa menghilangkan ketimpangan informasi yang didapat masyarakat di Pulau Jawa dengan masyarakat di daerah.
 
"Ini obsesi KPI agar informasi diberikan secara sama dan merata ke seluruh wilayah Indonesia," kata Agung di GOR Dwikora, Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu, 31 Agustus 2019.
 
KPI melihat selama ini ada ketimpangan informasi yang didapat antara masyarakat di Pulau Jawa dengan masyarakat di pulau-pulau terluar, khususnya di perbatasan. Konten-konten berkualitas dan kaya informasi yang diproduksi lembaga penyiaran swasta (LPS) tidak dapat dinikmati masyarakat di perbatasan.
 
Menurutnya, masyarakat justru menikmati serbuan siaran dari negara-negara tetangga, seperti di Nunukan, perbatasan Malaysia, dan di yang Batam berbatasan dengan Singapura
 
Dengan adanya digitalisasi penyiaran ini, ia berharap konten televisi yang ada di Indonesia bisa tersampaikan ke daerah perbatasan. Kedua, luberan televisi dari negara tetangga dapat ditangkal.
 
"Menggunakan set top box atau sekarang ada smart TV otomatis, mereka tidak bisa masuk. Ini adalah keuntungan ganda dari adanya program digitalisasi penyiaran di daerah perbatasan," jelas dia.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif