Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon usai menjenguk korban bentrok Bawaslu di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon usai menjenguk korban bentrok Bawaslu di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Fadli Zon Sebut Unjuk Rasa di Bawaslu Aksi Rakyat

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 Mei 2019 08:41
Jakarta: Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon menjenguk korban bentrok Bawaslu di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Ia menegaskan aksi unjuk rasa tersebut bukan dari BPN Prabowo-Sandi.
 
"Aksi ini bukan aksi BPN. Ini aksi rakyat yang peduli untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan terutama hasil-hasil pemilu kemarin," kata Fadli Zon usai menjenguk korban bentrok di RSUD Tarakan Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Meski bukan aksi BPN Prabowo-Sandi, Fadli mengimbau kepada peserta aksi untuk tetap melakukan aksi secara damai dan konstitusional. Masyarakat yang menyampaikan aspirasi itu harus dihargai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk imbauan, Pak Prabowo terus menegsakan dan menekankan kembali bahwa aksi ujuk rasa kita berlangsung damai, tertib, semua konsitusional. Selalu ditekankan," ucapnya.
 
Baca juga: Fadli Zon Minta Pedemo Bawaslu Membubarkan Diri
 
Fadli sebelumnya juga muncul dalam aksi massa di depan Gedung Bawaslu. Ia meminta massa membubarkan diri dan berharap tidak ada lagi korban jiwa.
 
Pascaorasi, massa tak kunjung bubar, malah terjadi keributan antara massa dan pihak keamanan. Fadli mengaku telah berusaha membuat situasi kondusif.
 
"Pokoknya tadi kita sudah berusaha bagaimana supaya masyarakat apalagi suasana perlu kita kondusif. Itu kita mengimbau karena tadi ini aksi masyarakat," ujarnya.
 
Sampai saat ini, RSUD Tarakan tercatat telah melayani 156 korban, jumlah itu bertambah usai keributan pecah di depan Bawaslu sekitar pukul 18.10 WIB. Sebanyak 140 orang juga telah meninggalkan rumah sakit.
 
Terdapat juga korban yang menjalani perawatan intensif pascaoperasi sebanyak 17 orang. Untuk dua korban yang meninggal dunia telah diambil oleh keluarga masing-masing atas nama Adam dan Yudianto.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif