Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. Foto: Dok. BNP2TKI
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. Foto: Dok. BNP2TKI

BNP2TKI Pulangkan PMI Korban Kapal Karam Johor

Pelangi Karismakristi • 04 Juli 2018 12:31
Jakarta: Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menyatakan terus memantau perkembangan terkait karamnya kapal yang membawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Senin, 2 Juli 2018, pukul 04.00 waktu setempat. Koordinasi dengan pihak KJRI Johor terus dilakukan.
 
"BNP2TKI sudah berkoordinasi dengan KJRI Johor Bahru, dan telah bersiaga penuh untuk ikut terlibat dalam penanganan dan pemulangan para korban ke daerah asalnya," tutur Nusron dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Juli 2018.
 
Nusron menambahkan, hingga kini pihak terkait terus melakukan penelusuran identitas serta daerah asal korban yang selamat maupun meninggal.

"Satgas PWNI KJRI Johor Bahru dan otoritas terkait di sana sedang bertugas untuk melakukan penanganan dan mendata para korban kapal tersebut," imbuhnya.
 
Sementara itu, Kepala Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti mengatakan bahwa sebelumnya Kepala BNP2TKI gencar memperingatkan kepada para PMI yang akan mudik atau kembali ke negara penempatan, supaya menggunakan sarana yang benar dan jalur resmi, baik menggunakan kapal laut, jalur darat antar negara maupun pesawat.
 
"Tidak bosan-bosan BNP2TKI mengimbau agar para PMI menggunakan jalur resmi, jangan ambil risiko, dan jangan tergoda untuk kembali dengan mengambil jalan pintas menggunakan jalur kapal laut yang ilegal atau tongkang, karena sangat beresiko dan berbahaya," ucapnya. 
 
Untuk diketahui, informasi yang diperoleh berdasarkan brafaks yang diterima oleh BNP2TKI, Selasa 3 Juli kemarin bahwa pada Senin, 02 Juli 2018 pukul 01.45 waktu Malaysia, Maritime Rescue Sub Center (MRSC) Johor telah menerima laporan kejadian perahu karam dari Jabatan Bomba dan Penyelamat (Pemadam Kebakaran) Bandar Penawar, Kota Tinggi, Johor. Laporan tersebut diteruskan kepada MTPPM Pengerang pada 02 Juli 2018 pada pukul 09.30 waktu Malaysia.
 
Lokasi kecelakaan berada di 6.5 NM Timur Tanjung Balau (Perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi). Penumpang diperkirakan sebanyak 44 orang (38 berjenis kelamin laki-laki dan 6 Perempuan), dengan rincian korban ditemukan selamat sebanyak 25 orang (24 laki-laki dan satu orang perempuan). Sementara korban ditemukan meninggal satu orang perempuan, dan yang belum ditemukan sekitar 18 orang.
 
Sebanyak 25 korban selamat akan dibawa ke Pangkalan APMM Tanjung Sedili untuk proses lebih lanjut. Dari 25 korban yang selamat tersebut, delapan orang dibawa terlebih dahulu ke Sungai Rengit untuk dicek kesehatannya karena ada yang mengalami luka ringan, sedang dan berat. Korban yang meninggal dunia akan dibawa ke rumah sakit Kota Tinggi, demikian keterangan yang didapat oleh BNP2TKI.
 
Berdasarkan data di posko penanganan korban kapal karam di Tanjung Pangelih, 25 nama korban selamat yaitu Kristin, Arsil, Milwan, Mohd Nasir, Supriadi, Hendra, Bartobo, Habibul, Abil, Panji, Tinus, Adi, Rismi, Jumilah, Hendri, Pian, Sukandi, Rumandi, Tainser, Anbar, Jefrianto, Isah, Masriadi, Tahri dan Jainal.
 
Selanjutnya, Tim Satgas Perlindungan WNI KJRI Johor Bahru telah mengunjungi posko APMM di Tanjung Pangelih guna melakukan pendalaman penanganan terhadap kapal karam tersebut dan guna bertemu dengan para korban. Kasus tersebut akan disidik oleh penyidik APMM Tanjung Sedili, untuk proses lebih lanjut. Sementara korban yang meninggal dunia akan disidik oleh Pasukan Polis Marin wilayah 2, Tampoi dan operasi SAR tetap dilaksanakan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan