BNPB: Kekeringan Melanda 11 Provinsi
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho--Medcom.id/Faisal Abdalla
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat kekeringan masih terjadi di berbagai daerah. Sebanyak 4.000 lebih desa yang tersebar di Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung mengalami kesulitan air.

"Daerah-daerah masih kekurangan makanya droping air berlanjut terus," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa, 11 September 2018.

Berdasarkan data yang dihimpun Posko BNPB, lanjut Sutopo, kekeringan melanda 11 provinsi yang terdapat di 111 kabupaten/kota, 888 kecamatan, dan 4.053 desa. Sebanyak 4,87 juta jiwa terdampak kekeringan.


Baca: BMKG Prediksi Awal Musim Hujan Mulai Oktober

Daerah-daerah yang mengalami kekeringan saat ini, menurut Sutopo, ialah daerah-daerah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan.

"Sesungguhnya wilayah Jawa dan Nusa Tenggara telah defisit air sejak 1995. Artinya ketersediaan air yang ada, baik air permukaan dan air tanah, sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan penduduk. Apalagi jumlah penduduk terus meningkat, sementara ketersediaan air relatif tetap," paparnya.

Mengutip studi neraca air yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum pada 1995, Sutopo mengatakan surplus air di Jawa, Bali, NTT, dan NTB, hanya terjadi pada musim hujan. Adapun pada musim kemarau, daerah tersebut kerap dilanda kekurangan air.

"Begitu juga studi yang dilakukan Bappenas pada 2007. Ketersediaan air yang ada sudah tidak mencukupi seluruh kebutuhan pada musim kemarau di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Sekitar 77% kabupaten/kota mengalami satu hingga delapan bulan defisit air dalam setahun," tambahnya.

Upaya jangka pendek yang dilakukan ialah dengan mengirimkan droping air bersih melalui mobil tangki air. Sutopo mengatakan jutaan liter air telah didistribusikan kepada masyarakat.

BPBD di Jawa Tengah, misalnya, mendistribusikan lebih dari 21,4 juta liter air. Di Jawa Barat, BPBD mendistribusikan 4,3 juta liter air bersih, dan BPBD di Yogyakarta mendistribusikan lebih dari 6,5 juta liter air bersih.

Untuk di NTB, masyarakat yang berada di pengungsian mengandalkan pada bantuan distribusi air dari mobil tangki air, bak penampungan air dan sumur bor yang dibangun pemerintah. (Dhika Kusuma Winata)



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id