Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku. (Branda Antara)
Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku. (Branda Antara)

3,03 Juta Hewan Ternak Telah Divaksin PMK

Antara • 26 September 2022 10:57
Jakarta: Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) menyatakan 3.038.262 ekor hewan telah menjalani vaksinasi PMK. Data itu per Minggu, 25 September 2022, pukul 12.00 WIB.
 
"Hewan yang telah divaksinasi terdiri atas 2.831.965 sapi, 59.911 kerbau, 29.729 domba, 72.881 kambing, dan 43.776 babi," sebut data Satgas PMK mengutip Antara, Senin, 26 September 2022 .
 
Dari data tersebut, PMK telah menyerang hewan ternak di 300 kabupaten/kota dari 25 provinsi di Indonesia. Mayoritas PMK menyerang sapi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hingga saat ini, terdapat 539.805 hewan ternak terjangkit PMK, 420.936 ekor di antaranya dilaporkan telah sembuh, 97.447 belum sembuh, dan 9.178 mati," kata data Satgas PMK.
 
Rincian dari yang sakit adalah 511.176 sapi, 22.400 kerbau, 1.909 domba, 4.232 kambing, dan 88 babi. Hewan ternak yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 397.913 sapi, 18.718 kerbau, 1.364 domba, dan 2.861 kambing, serta 80 babi.

Baca: Vaksinasi PMK Tembus 80 %, Pasar Hewan di Malang Segera Dibuka


Rincian hewan yang belum sembuh, yakni 92.391 sapi, 3.365 kerbau, 482 domba, 1.204 kambing, dan lima babi. Hewan ternak yang dinyatakan mati akibat PMK se-Indonesia memiliki rincian 8.834 sapi, 215 kerbau, 41 domba, dan 85 kambing.
 
Beberapa provinsi masuk dalam zona merah, yakni lebih dari 50 persen kabupaten/kota di provinsi tersebut memiliki kasus PMK. Provinsi dengan zona merah, antara lain Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi Selatan.
 
Satgas menyampaikan PMK muncul di Provinsi Jawa Timur yang dikonfirmasi pada 5 Mei 2022. Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan PMK Wiku Adisasmito mengingatkan perlunya pembatasan dan pengetatan lalu lintas antardaerah zona merah dan hijau.
 
Satgas PMK juga mendorong pemerintah daerah yang berstatus zona hijau untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap lalu lintas hewan ternak dan produk segar hewan sebagai. Hal itu sebagai langkah mencegah penyebaran PMK.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif