Video bermula ketika perempuan yang diketahui bernama Dwi Sasetyaningtyas atau akrab disapa Tyas itu menunjukkan sebuah ‘paket’ berbentuk dokumen yang telah ia tunggu selama bertahun-tahun.
“Akhirnya paket yang aku tunggu-tunggu selama empat bulan ke belakang nyampe juga," ujar Tyas dalam video yang diunggah akun X @blaugrana1O.
Sambil menahan haru, Tyas menyebut paket itu spesial karena dapat mengubah masa depan anak-anaknya. Kemudian ditunjukkan bahwa paket tersebut merupakan surat dari home office Inggris yang menyatakan anak-anaknya telah resmi menjadi warga negara Inggris.
| Baca juga: Foto Visum Disebar dan Dijual, Selebgram Nira Tuntut Keadilan |
“Ini adalah surat dari home office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua udah diterima jadi Warga Negara Inggris. Dan yang kedua.. udah resmi jadi British Citizen,” ujarnya.
Menurutnya, ini adalah keputusan paling tepat untuk masa depan anak-anaknya. Tyas mengatakan, cukup dirinya saja yang berkewarganegaraan Indonesia, tidak dengan anak-anaknya.
“Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” pungkasnya.
???????? pic.twitter.com/73HdE8cpAQ
— blaugranaline. (@blaugrana1O) February 15, 2026
| Baca juga: Viral! Siswa Beri Kado Mobil untuk Wali Kelas Setelah Kumpulkan Uang Kas 3 Tahun |
Dipermasalahkan oleh Netizen Indonesia
Video tersebut sontak menimbulkan sentimen negatif. Pasalnya, Tyas diketahui merupakan mantan penerima Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Warganet menilai, sebagai mantan penerima LPDP, Tyas tidak seharusnya menjelek-jelekkan Tanah Air.“Hi Mbak, di balik privilege LPDP yang kamu terima ada banyak anak Indonesia yang susah sekolah, guru-guru yang gajinya kecil dan sekolah pedalaman yang fasilitasnya kurang. Kalo LPDP ujungnya cuman ngejelek-jelekin negara sendiri dan banggain negara lain, malu-maluin sih," tulis akun @O5Br***.
“Sekolah pake LPDP, lulus cari cowok bule supaya anaknya WNA, kembalikan duit pajak buat biaya LPDP lu," cuit akun @fiz***.
“Emang paling enak ngejelek2in negara sendiri sambil menikmati fasilitas negara eks-penjajah sih. Apalagi kalau akses kesana pakai duit pajak negara yg dijelek2in. Uda paling mantep!,” sindir akun @Rakarahad******.
| Baca juga: Baskara Mahendra Kena Rasis Netizen Korea, Ini Responnya |
Klarifikasi Tyas
Setelah ramai menjadi perbincangan, Tyas menjelaskan bahwa dirinya menerima LPDP pada tahun 2017 dan telah kembali ke Indonesia untuk memenuhi kewajibannya selama lima tahun."Aku LPDP lulus tahun 2017, sudah kembali ke Indonesia selama lima tahun, dan berkontribusi lewat bisnis saya hingga hari ini," ujar Tyas.
Ia kemudian menegaskan bahwa kewarganegaraan anak-anaknya merupakan hak mereka karena lahir di Inggris. Menurutnya, kewarganegaraan anak-anaknya tidak berkaitan dengan beasiswa yang pernah diterima olehnya.
"Kewajiban saya sama LPDP sudah tuntas, dan kewarganegaraan anak saya itu hak anak saya dari lahir karena dia lahir di Inggris. Status warga negara anak saya tidak ada hubungan lagi dengan beasiswa yang saya terima," kata Tyas.
Dalam unggahan terbarunya, Tyas membagikan sejumlah kontribusi yang telah ia lakukan untuk Indonesia seperti mengelola bisnis Sustaination yang menjual produk-produk ramah lingkungan dan komunitas Cerita Kompos hingga membantu Ibu Rumah Tangga berpenghasilan dari Rumah lewat e-book bisnis yang bisa didapatkan secara gratis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News